Yogyakarta (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bergerak cepat menyalurkan bantuan dan memobilisasi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk membantu penanganan warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai Barat dan Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Selain menyalurkan bantuan awal sebesar Rp10 juta untuk masing-masing lokasi KKN, seluruh mahasiswa KKN UMY di wilayah terdampak dipastikan dalam kondisi aman dan aktif terlibat dalam aksi tanggap darurat di lapangan.
"Alhamdulillah, seluruh mahasiswa KKN UMY dalam kondisi aman. Kami terus melakukan komunikasi dengan tim di lapangan untuk memantau perkembangan kondisi mahasiswa maupun masyarakat di lokasi KKN yang terdampak," kata Wakil Rektor UMY Bidang Sumber Daya Prof Dyah Mutiarin di Yogyakarta, Minggu.
Dyah menjelaskan dana bantuan awal tersebut dimanfaatkan untuk membeli kebutuhan logistik langsung dari kios-kios milik warga setempat yang masih memiliki persediaan barang. Langkah ini diambil agar kebutuhan mendesak dapat dipenuhi secara cepat tanpa menunggu pasokan dari luar wilayah, sekaligus membantu menjaga aktivitas ekonomi masyarakat pascabencana.
Untuk memperkuat penanganan di lapangan, UMY juga telah menyiapkan 100 paket family kit dan 20 unit tenda penampungan. Bantuan lanjutan ini dijadwalkan mulai dikirimkan pada Senin (17/8) melalui Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Manggarai Barat dan PDM Manggarai Timur untuk mempercepat proses distribusi.
Sementara itu, sejak musibah gempa terjadi pada Sabtu (15/8) hingga Minggu siang para mahasiswa KKN UMY di Manggarai Barat dan Manggarai Timur diterjunkan langsung bahu-membahu bersama warga dalam berbagai kegiatan tanggap darurat.
"Aksi tanggap darurat yang dilakukan mahasiswa meliputi pendirian dan penataan tenda darurat, pengelolaan dapur umum, distribusi makanan siap saji, pendataan kebutuhan logistik warga, pemenuhan air bersih, penyediaan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), serta pendampingan khusus bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia," katanya.
Secara terpisah, Rektor UMY Prof Achmad Nurmandi menyampaikan bahwa pihak universitas melalui LazisMu UMY terus berkoordinasi secara terstruktur dengan LazisMu Pusat dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).
"Koordinasi dilakukan agar proses pemetaan kebutuhan, penghimpunan bantuan, hingga penyalurannya berjalan terintegrasi dengan mekanisme penanganan kebencanaan Muhammadiyah serta tepat sasaran," ujar Nurmandi.
Ia menambahkan, LazisMu UMY juga resmi membuka penggalangan donasi guna memperluas dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa di NTT seiring perkembangan kondisi di lapangan.





