TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Kepedulian terhadap pendidikan anak kembali diwujudkan melalui kegiatan sosial di Kota Pontianak.
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Madas Nusantara Kota Pontianak bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pontianak membagikan tas dan perlengkapan alat tulis secara gratis kepada anak-anak sekolah dari keluarga kurang mampu.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Rumah Dinas Wakil Wali Kota Pontianak, Minggu, 16 Agustus 2026, dengan melibatkan anak-anak dari enam kecamatan yang ada di Kota Pontianak.
Ketua DPD Madas Nusantara Kota Pontianak, Ahmad Munir, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang memiliki keterbatasan ekonomi, khususnya dalam memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah.
Menurutnya, bantuan berupa tas dan alat tulis diharapkan dapat membantu meringankan beban orang tua sekaligus memastikan kebutuhan dasar anak untuk mengikuti kegiatan belajar di sekolah tetap terpenuhi.
• Raih Juara III Lomba Mewarnai, Ratu Adreeana Ingin Kembali Bertanding dan Juara Satu
Ahmad Munir menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Pontianak dan Kesbangpol yang telah memberikan dukungan terhadap kegiatan sosial tersebut.
Ia menilai kehadiran pemerintah di tengah masyarakat tetap penting, termasuk ketika pemerintah sedang melakukan berbagai langkah efisiensi anggaran.
“Terima kasih kepada pemerintah, Kesbangpol Kota Pontianak, dan Wakil Wali Kota Pontianak. Walaupun di tengah-tengah efisiensi, tetap mau hadir di tengah-tengah masyarakat,” ungkap Ahmad Munir.
Ia menjelaskan, sekitar 150 anak mengikuti kegiatan tersebut. Para penerima berasal dari keluarga yang dinilai membutuhkan dukungan, dengan bantuan yang diberikan berupa tas serta berbagai perlengkapan alat tulis untuk menunjang aktivitas mereka di sekolah.
“Melalui pembagian tas dan alat tulis gratis ini, yang mendapatkan rata-rata masyarakat yang tidak mampu,” ujarnya.
Ahmad mengatakan kegiatan tersebut sengaja diarahkan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu karena kebutuhan pendidikan, sekecil apa pun, tetap dapat menjadi beban bagi keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.
Menurutnya, perlengkapan sekolah seperti buku, alat tulis, dan tas merupakan kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas belajar.
Karena itu, bantuan sederhana tersebut diharapkan dapat membantu anak-anak tetap fokus mengikuti pendidikan tanpa terlalu terbebani persoalan kebutuhan perlengkapan sekolah.
“Adanya kegiatan ini termotivasi dari pernah di suatu media karena uang Rp10 ribu untuk membeli alat tulis sampai anak itu kehilangan nyawa. Maka dari itu Madas Nusantara hadir di tengah-tengah masyarakat,” katanya.
Menurut Ahmad, informasi tersebut menjadi pengingat bahwa kebutuhan pendidikan anak perlu mendapat perhatian bersama. Ia berharap masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan pemerintah dapat saling bersinergi untuk membantu anak-anak yang membutuhkan dukungan.
• Kisah Fitria Gabung di Manggala Agni Ketapang, Jadi Komandan Regu Perempuan Pertama
Ia menegaskan, kepedulian terhadap pendidikan tidak harus selalu diwujudkan melalui bantuan dalam jumlah besar.
Dukungan berupa perlengkapan sekolah pun dapat memberikan manfaat bagi anak-anak, terutama mereka yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.
Selain membantu memenuhi kebutuhan sekolah, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memberikan dorongan psikologis kepada anak-anak agar mereka merasa mendapat perhatian dan dukungan dari lingkungan sekitar.
Ahmad berharap para penerima bantuan dapat menggunakan tas dan perlengkapan alat tulis tersebut untuk menunjang kegiatan belajar. Ia juga ingin bantuan tersebut menjadi penyemangat agar anak-anak tidak mudah menyerah dalam mengejar pendidikan dan cita-cita.
“Kami berharap anak-anak sekolah ini juga mempunyai semangat lebih dan tetap semangat dalam mencapai cita-cita,” pungkasnya.
Kegiatan pembagian perlengkapan sekolah gratis ini sekaligus menjadi bentuk kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah daerah dalam memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat.
Ke depan, sinergi serupa diharapkan dapat terus dilakukan dengan menyasar berbagai persoalan sosial dan pendidikan yang masih dihadapi masyarakat Kota Pontianak.
Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, anak-anak dari keluarga kurang mampu diharapkan tetap memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak serta mengembangkan potensi mereka.
Bantuan tas dan alat tulis yang diberikan mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi sebagian keluarga, dukungan tersebut dapat menjadi bagian penting dalam menjaga semangat anak untuk terus bersekolah. (*)