TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Kreativitas dan semangat berkarya ditunjukkan Ratu Adreeana Azzahranisa Fariza Udai, siswi kelas 5B SDN 12 Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Ratu berhasil meraih juara III lomba mewarnai tingkat sekolah dasar (SD) dalam rangkaian kegiatan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
Perlombaan mewarnai tersebut diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ketapang pada Minggu, 16 Agustus 2026.
Ajang tersebut menjadi salah satu kegiatan yang memberikan ruang bagi anak-anak untuk menyalurkan kreativitas sekaligus mengasah kemampuan mereka melalui aktivitas yang menyenangkan.
Dalam perlombaan tersebut, Ratu mampu menunjukkan kreativitasnya dalam memadukan warna dan menyelesaikan karya sesuai dengan ketentuan yang diberikan.
Kemampuannya tersebut mengantarkan siswi kelas 5B SDN 12 Delta Pawan itu meraih posisi ketiga dari para peserta yang mengikuti kompetisi.
• 150 Anak di Pontianak Dapat Tas dan Alat Tulis Gratis, Bahasan: Jadi Penyemangat Anak Belajar
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga Ratu. Meski belum berhasil membawa pulang gelar juara pertama, Ratu tetap menunjukkan sikap positif dan mengaku senang atas pencapaian yang berhasil diraihnya.
“Saya senang bisa dapat juara tiga, enggak apa-apa juara tiga,” ujar Ratu.
Alih-alih kecewa karena belum menjadi pemenang utama, Ratu justru menunjukkan keinginan untuk kembali mengikuti perlombaan serupa.
Ia ingin menjadikan pengalaman kali ini sebagai bekal untuk meningkatkan kemampuan dan berusaha meraih hasil yang lebih baik pada kesempatan berikutnya.
“Nanti mau ikut lagi, biar dapat juara satu,” tambahnya.
Keinginan tersebut mendapat dukungan penuh dari sang ayah, Bahrudin Udai. Ia mengaku bersyukur sekaligus bangga melihat putrinya mampu meraih prestasi dalam perlombaan mewarnai yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 RI tersebut.
Bagi Udai, pencapaian juara III tetap merupakan sebuah prestasi yang layak diapresiasi. Ia menilai keberanian Ratu untuk mengikuti perlombaan dan menunjukkan kemampuannya merupakan hal yang tidak kalah penting dibandingkan hasil akhir kompetisi.
“Alhamdulillah, Ratu bisa mendapat juara. Walaupun juara tiga, bagi saya tidak masalah. Sebagai orang tua, saya tentu turut bangga,” ujar Udai.
Menurut Udai, kegiatan mewarnai bukan hanya sekadar perlombaan untuk mendapatkan piala atau penghargaan.
Aktivitas tersebut memiliki manfaat bagi anak karena dapat menjadi sarana untuk mengembangkan imajinasi, melatih kreativitas, sekaligus membantu anak belajar mengekspresikan ide melalui karya.
Ia pun berharap anak-anak tidak selalu menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan dalam mengikuti berbagai kegiatan. Menurutnya, kemauan untuk mencoba, belajar, dan melakukan aktivitas positif merupakan bagian penting dari proses tumbuh kembang anak.
“Menurut saya, mewarnai cukup penting untuk melatih kreativitas dan mendukung tumbuh kembang anak. Tidak harus selalu juara. Yang penting anak mau terus melakukan kegiatan yang positif, pasti saya sebagai orang tua akan mendukung,” katanya.
Udai juga berharap pencapaian yang diraih Ratu kali ini dapat menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan bakatnya.
• Kisah Fitria Gabung di Manggala Agni Ketapang, Jadi Komandan Regu Perempuan Pertama
Ia ingin putrinya tidak berhenti setelah memperoleh satu penghargaan, tetapi terus berani mengikuti berbagai kegiatan yang dapat mengasah kemampuan dan rasa percaya dirinya.
“Mudah-mudahan ke depan Ratu bisa semakin aktif dan terus berprestasi,” pungkasnya.
Prestasi Ratu dalam lomba mewarnai tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kegiatan kreatif bagi anak dapat menjadi wadah untuk mengembangkan potensi sejak usia sekolah dasar.
Dukungan keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar menjadi faktor penting agar anak memiliki ruang untuk mencoba berbagai kegiatan positif sesuai minat dan bakatnya.
Semangat Ratu untuk kembali mengikuti perlombaan dan menargetkan juara pertama juga menjadi gambaran bahwa sebuah kompetisi dapat memberikan pengalaman belajar bagi anak.
Bukan hanya tentang menang dan kalah, tetapi juga mengenai keberanian tampil, berlatih, menerima hasil, dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai motivasi untuk berkembang. (*)