Kronologi Gerombolan Diduga Pesilat Rusak Motor dan Rumah Warga di Gudo Jombang
Dyan Rekohadi August 16, 2026 06:32 PM

 

SURYA.CO.ID, JOMBANG - Gerombolan pesilat kembali membuat onar, kali ini terjadi di kawasan permukiman warga di Desa Plumbon Gambang, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur pada Minggu (16/8/2026) dini hari.

Rombongan peserta konvoi yang diduga berasal dari salah satu perguruan silat terlibat bentrokan dengan warga setempat.

Peristiwa yang meletus sekitar pukul 01.00 WIB itu tak hanya merusak fasilitas rumah dan kendaraan, tetapi juga menelan korban luka dari pihak warga desa.

 

Awal Mula Bentrokan Mencekam di Depan Gapura Desa

Insiden bermula ketika sejumlah warga melintas di sekitar area gapura desa usai menghadiri perayaan hiburan HUT Kemerdekaan RI.

Secara tiba-tiba, gesekan terjadi di area itu hingga memaksa beberapa warga berlari masuk ke arah permukiman untuk mencari perlindungan.

Kepala Desa Plumbon Gambang, Nur Wakit, mengaku terkejut saat mengetahui keributan tersebut sudah merembet hingga ke dalam wilayah permukimannya.

Baca juga: Kopi Wonosalam Jombang Tembus Juara II Kompetisi Asia Tenggara

 

Ratusan Motor dan Truk Perguruan Silat Serbu Permukiman

Berdasarkan pengamatan di lokasi, rombongan konvoi mulanya berjumlah sedikit sebelum akhirnya membengkak menjadi sangat banyak.

Nur Wakit menuturkan bahwa massa konvoi datang memadati jalanan dengan mengendarai ratusan sepeda motor serta sedikitnya tiga unit truk.

Atribut serta gestur massa di lapangan menguatkan dugaan bahwa rombongan tersebut merupakan kelompok anggota perguruan silat.

 

Rumah dan kendaraan Warga Rusak

Ketegangan makin memuncak saat riuh suara teriakan minta tolong memancing warga desa keluar dari rumah masing-masing.

Warga yang menyaksikan kendaraan mereka dilempari batu paving langsung berupaya memberikan perlawanan demi mempertahankan daerahnya.

Di tengah situasi yang kian tak terkendali, bentrokan fisik antarkelompok pun tidak dapat terhindarkan di area permukiman .

Kericuhan meninggalkan jejak kerusakan parah pada sejumlah barang dan fasilitas berharga milik warga.

Dua unit sepeda motor warga rusak parah, sementara kaca mobil sedan dan kaca beberapa rumah warga tampak hancur berantakan.

Di lokasi kejadian, warga juga menemukan ceceran batu, pecahan botol bekas minuman keras, hingga sisa-sisa petasan.

Baca juga: Polres Mojokerto Tegas Bubarkan Aksi Konvoi Kelompok Pesilat di Jalan Raya Gondang

 

Dua Warga Jadi Korban Luka 

Dampak amukan massa konvoi tersebut turut menyebabkan dua warga lokal, yakni Didik Santoso dan Ulum, mengalami cedera fisik.

Didik tercatat menderita luka serius pada bagian tangan serta luka memar akibat benturan keras di area kepalanya.

Sementara itu, korban bernama Ulum harus mendapatkan perawatan medis secara intensif di Rumah Sakit Aura Syifa.

Pihak Pemerintah Desa Plumbon Gambang bergerak cepat dengan melaporkan tragedi penyerangan ini secara resmi kepada aparat kepolisian.

Langkah koordinasi maraton bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas langsung digelar hingga pagi hari guna menjamin kondusifitas wilayah.

Nur Wakit menegaskan pihak desa tidak akan tinggal diam atas tindakan brutal yang telah memakan korban warga serta merusak kampung mereka.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.