Kemeriahan Lomba Panjat Pinang di Kalimalang Sambut HUT ke-81 RI 
Rr Dewi Kartika H August 16, 2026 07:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Warga RW 04, Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur mengadakan lomba panjat pinang di aliran Kalimalang untuk menyemarakkan HUT ke-81 Republik Indonesia (RI). 

Lomba panjat pinang di aliran Kalimalang ini termasuk rangkaian kegiatan bertajuk Semarak Kalimalang 2026 yang diadakan warga RW 04 pada Minggu (16/8) hingga Senin (17/8/2026). 

Hal yang membedakan lomba panjat pinang di Kalimalang dengan di lokasi lain adalah batang pinang digunakan tidak dipasang vetikal, pada lomba ini batang sengaja dipasang miring.

Kemudian bila pada lomba panjat pinang umumnya peserta yang gagal jatuh ke tanah liat, maka dalam lomba panjat pinang peserta dipastikan tercebur ke aliran Kalimalang. 

"Untuk panjat pinang peserta ada sembilan grup. Totalnya kemungkinan ada 45 orang dari satu pinang," kata Ketua Panitia Semarak Kalimalang 2026, Naufal Muhammad, Minggu (17/8/2026). 

Dalam lomba ini tim peserta yang gagal lalu tercebur ke aliran Kalimalang masih diperbolehkan mencoba kembali memanjat, mereka diberi batas waktu hingga pukul 17.00 WIB. 

Momen jerih payah para peserta berupaya menggapai hadiah ditempatkan pada pucuk batang pinang tersebut yang menjadi daya tarik bagi warga untuk menyaksikan.  

Selama jalannya lomba riuh sorak-sorai dan tepuk tangan penonton terus menggema, para penonton pun tidak hanya berasal dari warga RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu saja. 

"Untuk batas waktu kita batasi sampai jam 17.00 WIB sore. Kalau jam 17.00 WIB udah enggak bisa dapat, kita ulang besoknya, dan kemungkinan besoknya kita tambah lagi hadiahnya," ujar Naufal. 

Bahkan pada lomba panjat pinang tahun ini Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka turut memberikan sumbangan hadiah berupa satu unit sepeda listrik dan dua sepeda. 

Selain panjat pinang, Semarak Kalimalang turut dimeriahkan lomba gebuk bantal dan titian bambu atau berjalan di atas bambu yang sudah dilumuri oli dan gemuk agar licin dan sulit dipijak. 

"Untuk peserta kita sendiri, masing-masing titian bambu itu ada sekitar 45 anak. Untuk peserta gebuk bantal ada 10 orang atau bisa lebih. Antusias warga Alhamdulillah ramai," tutur Naufal. 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.