Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo
TRIBUNFLORES.COM, RUTENG - Pemerintah Kabupaten Manggarai mulai menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak gempa bumi di Kecamatan Reok dan sejumlah wilayah lainnya, Minggu (16/8/2026).
Penyaluran bantuan dilakukan setelah material longsor yang menutup jalur Ruteng-Reo dibersihkan. Akses jalan tersebut sebelumnya sempat terganggu setelah gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026).
Pembersihan material longsor dilakukan agar mobilisasi warga, petugas, bantuan logistik, dan kebutuhan penanganan darurat dapat kembali berjalan.
Juru Bicara Satgas Posko Darurat Bencana Pemerintah Kabupaten Manggarai sekaligus Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Manggarai, Paulus Jeramun, mengatakan bantuan logistik mulai didistribusikan kepada warga terdampak.
"Mulai disalurkan oleh Pemkab Manggarai," kata Paulus kepada TRIBUNFLORES.COM, Minggu malam.
Baca juga: Wamenkes Sambangi Pasien Korban Gempa Flores di RSUD TC Hillers Maumere NTT
Menurut Paulus, bantuan pada malam pertama penanganan telah disalurkan ke sejumlah titik pengungsian, yakni Posko Barangkolong, Posko Pesantren Reo, Kelurahan Mata Air, dan Golo Conggo.
Bantuan yang tersedia berupa 1.000 kilogram beras, air mineral, mi instan, telur, gula pasir, dan kopi. Logistik tersebut berasal dari dukungan berbagai pihak dan pengadaan melalui toko-toko di wilayah Reo.
Namun, kebutuhan di sejumlah titik masih belum terpenuhi.
Pemerintah mencatat beberapa lokasi yang masih membutuhkan dukungan, di antaranya SMPN 4 Wangkung, Senggapi Kelurahan Wangkung, Robek, Golo Sita Desa Ruis, Tengku Romot, Watu Baur, Mahima, Watu Tango, Ruis, dan Bajak.
Kebutuhan yang masih diperlukan meliputi bahan makanan, air minum, obat-obatan, tenda, terpal, tempat penampungan air, tikar, selimut, genset, tenaga medis, serta peralatan dapur umum.
Baca juga: Takut Gempa Susulan, Ribuan Warga Mengungsi ke Gelora Samador Maumere NTT
Gempa juga berdampak pada sejumlah fasilitas umum. Kantor Camat Reo, Puskesmas Reo, RS Pratama, empat kantor kelurahan, dan Kantor Syahbandar Reo dilaporkan mengalami kerusakan berat.
Kerusakan juga dilaporkan terjadi pada sejumlah fasilitas pendidikan serta tempat ibadah, baik gereja maupun masjid.
Pemerintah bersama unsur terkait masih melakukan asesmen untuk memastikan tingkat kerusakan dan kebutuhan penanganan di masing-masing lokasi.
Penanganan darurat melibatkan pemerintah kecamatan dan kelurahan, TNI, Polri, tenaga kesehatan, PMI, Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT), Depo Pertamina Reo, serta relawan.
Mereka terlibat dalam evakuasi, pelayanan kesehatan, distribusi bantuan, pemenuhan kebutuhan dasar, dan pengamanan di wilayah terdampak.
Pemerintah Kabupaten Manggarai juga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, pemerintah pusat, TNI, Polri, lembaga kemanusiaan, dunia usaha, dan pihak lainnya untuk mendukung penanganan bencana.
Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi serta arahan resmi pemerintah.
Warga juga diminta mewaspadai kemungkinan gempa susulan. Masyarakat diminta tidak memasuki atau beraktivitas di dalam bangunan yang mengalami kerusakan dan berpotensi membahayakan keselamatan.
Pemerintah Kabupaten Manggarai masih melakukan pendataan dan verifikasi dampak gempa, sekaligus menyalurkan bantuan dan memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak. (rob)