TP PKK Trenggalek Launching Rumah Susu, Dorong Pemberdayaan Masyarakat
Rendy Nicko August 16, 2026 09:50 PM

 TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Trenggalek melaunching tempat produksi Susu Cu Ca Pi Trenggalek di Rumah Susu Trenggalek.

Launching ini menjadi bagian dari program pemberdayaan masyarakat melalui Koperasi PKK Trenggalek. Nantinya, susu yang diproduksi akan didistribusikan kepada anak-anak sekolah.

Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini, mengatakan pengelolaan dan pengolahan susu secara mandiri diharapkan membuat Koperasi PKK tidak hanya bersifat konsumtif bagi anggotanya.

Menurutnya, koperasi juga harus mampu menjadi penggerak perekonomian masyarakat melalui kegiatan produktif.

Baca juga: 72 Putra-Putri Terbaik Kota Kediri Dikukuhkan sebagai Paskibraka 2026

"Ini salah satu program pemberdayaan PKK Kabupaten Trenggalek melalui koperasinya," ujar Novita Hardini, Minggu (16/8/2026).

Dikatakannya, koperasin tidak hanya bersifat konsumtif bagi para anggota saja, tetapi lebih memberdayakan seluruh masyarakat yang ada.

"Sebab ini memang merupakan salah satu program 10 program pokok PKK," lanjutnya.

Perempuan yang juga anggota DPR RI daerah pemilihan (dapil) VII Jawa Timur itu mengatakan, Trenggalek merupakan salah satu daerah penghasil susu, khususnya di Kecamatan Bendungan dan Pule.

"Selain itu, produksi susu juga terdapat di Kecamatan Dongko," bebernya.

Karena itu, Novita mengaku Trenggalek tidak seharusnya hanya menjadi daerah penyedia susu. Potensi tersebut perlu dikembangkan melalui pengolahan hingga pendistribusian produk susu secara aman.

Hal itu diharapkan dapat meminimalisasi kebocoran potensi ekonomi lokal Trenggalek.

"Lunching dari rumah produksi susu ini, kami dari Koperasi PKK tidak bisa sendiri. Kami bisa mendirikan dan menjalankan ini karena didukung oleh Dinas Perindustrian, Dinas Peternakan, dan Dinas Komindag sebagai bapak asuhnya PKK Kabupaten Trenggalek untuk bisa mendistribusikan hasil olah susu ini dengan aman kepada anak-anak sekolah yang ada," ungkapnya.

Novita berharap Rumah Produksi Susu Cu Ca Pi menjadi program inovatif PKK yang dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Ia juga berharap program tersebut dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengembangkan potensi lokal.

"Tapi lebih dari itu, kami berharap ini bisa menjadi nadi gerak pergerakan pemberdayaan yang memang napasnya adalah penggerakan ekonomi kerakyatan," tandasny.

Senada, Ucik Rohmad melaporkan kapasitas produksi susu Cu Ca Pi di Rumah Susu Trenggalek mencapai 400 liter per hari.

Dalam proses produksinya, Koperasi PKK juga memberdayakan masyarakat yang berada pada desil 1 hingga 3.

Langkah tersebut diharapkan turut membantu Pemerintah Kabupaten Trenggalek mengurangi angka kemiskinan melalui pemberdayaan kelompok rentan.

Ucik berharap produksi susu Cu Ca Pi ke depan tidak hanya dilakukan di Rumah Susu Trenggalek. Produksi diharapkan dapat dikembangkan di lokasi lain agar manfaat pengolahan susu dapat dirasakan lebih luas.

"Karena itu juga mempertimbangkan kapasitas produksi Rumah Susu Trenggalek yang masih terbatas.

Ucik optimistis produk susu Trenggalek dapat dikenal lebih luas dan menjadi salah satu oleh-oleh yang dicari masyarakat ketika berkunjung ke Trenggalek.

"Kalau daerah lain bisa, kita pun juga bisa karena Trenggalek penghasil susu," ucapnya.

Menurutnya, dalam pengembangannya, Rumah Susu Trenggalek sebelumnya mendapatkan hibah sejumlah peralatan dari Kementerian Sosial.

Baca juga: Ratusan UMKM Trenggalek Diberi Penjelasan soal SNI, Novita Hardini Ingin Produk Makin Berdaya Saing

Produksi Susu Cu Ca Pi juga melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

Mulai dari Dinas Perikanan dan Peternakan yang berperan dalam menjaga populasi dan produksi susu di Trenggalek. Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

"Dan juga Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) turut berperan dalam optimalisasi pengurusan perizinan industri dan pengolahan susu Cu Ca Pi," ulasnya.

Dengan adanya rumah produksi tersebut, pengolahan susu diharapkan tidak berhenti pada produksi bahan mentah, tetapi mampu menciptakan nilai tambah sekaligus membuka ruang pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat Trenggalek.

(Madchan Jazuli/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.