- Viral di media sosial sebuah video memperlihatkan aksi Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan mendekati massa yang terlibat kericuhan saat peringatan Hari Damai Aceh.
Di balik aksinya yang dilakukan seorang diri, terdapat pertimbangan pengamanan dan situasi dinamis yang membuat petugas mengambil langkah untuk memastikan keselamatan sang Kapolda.
Dalam cuplikan video Kapolda Aceh terlihat menerobos barisan pasukan pengamanan di tengah situasi yang memanas.
Saat bentrokan terjadi di sekitar taman kota depan Masjid Raya Baiturrahman, Irjen Pol Ruddi justru berjalan seorang diri menuju kerumunan massa di seberang barikade.
Jenderal polisi bintang dua itu kemudian berdialog langsung dengan warga di tengah suasana yang masih tegang.
Kehadiran Kapolda di tengah massa dilakukan untuk mengajak seluruh pihak menahan diri dan tidak memperkeruh keadaan.
Menanggapi kejadian itu, Komandan Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Aceh sekaligus Kasatgas Tindak, AKBP Akmal, menceritakan di balik aksi yang dilakukan Kapolda.
AKBP Akmal mengatakan Kapolda sebelumnya memutuskan untuk menemui massa secara langsung di tengah situasi yang memanas.
“Bapak Kapolda memang memutuskan untuk menjumpai massa secara langsung. Hal tersebut dilakukan atas arahan beliau, dengan penekanan agar tidak ada personel yang mendampingi atau ikut mendekat saat beliau berdialog dengan massa,” ungkapnya.
Kapolda bahkan mengarahkan agar tidak ada personel yang mendampingi atau mendekat saat dirinya berdialog dengan massa.
"Perlindungan terhadap pimpinan bukan semata-mata persoalan keberadaan personel di lapangan, tetapi merupakan tanggung jawab moral, profesional, dan taktis yang harus diambil ketika situasi menunjukkan adanya potensi ancaman," ujarnya.
Namun, situasi di lapangan dinilai dinamis dan berpotensi berkembang menjadi anarkis.
Setelah berkoordinasi dengan Dansat Brimob Polda Aceh Kombes Pol Zulkifli, Akmal kemudian melakukan penilaian terhadap kondisi keamanan.
Langkah tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab untuk mengantisipasi ancaman yang dapat membahayakan keselamatan pimpinan.
Akmal menegaskan perlindungan terhadap pimpinan merupakan bagian dari tanggung jawab moral, profesional, dan taktis petugas di lapangan.
Sebagai Kasatgas Tindak, ia mengaku tetap berpedoman pada SOP, penilaian risiko, prinsip proporsionalitas, dan ketentuan hukum dalam menjalankan pengamanan.
Ia juga menekankan setiap tindakan harus dilakukan secara tegas, terukur, profesional, dan humanis tanpa dipengaruhi emosi.
Menurut Akmal, perintah pimpinan menjadi pedoman, tetapi petugas pengamanan tetap memiliki tanggung jawab untuk mengambil langkah ketika situasi berubah.
Ia menilai seorang pelaksana tugas di lapangan harus mampu membaca eskalasi dengan cepat dan menentukan keputusan yang tepat.
Hal itu dilakukan untuk memastikan keselamatan pimpinan, personel, dan masyarakat sekaligus menjaga situasi tetap terkendali.
Program: Tribunnews Update
Host: Anggraheni Widya Witari
Editor Video: Muhammad Taufiq Rahman Setyawan
Uploader: bagus gema praditiya sukirman