Om Sur Ingatkan Masyarakat tak Terprovokasi, Kedepankan Persatuan dan Perdamaian Aceh
Muhammad Hadi August 16, 2026 10:03 PM

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Tokoh muda Aceh, Suryadi DJamil SSos MIKom atau akrab disapa Om Sur, mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk tidak mudah terprovokasi maupun diadu domba oleh kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab.

Hal itu disampaikan menanggapi kericuhan antara massa dengan aparat keamanan yang terjadi pada Hari Damai Aceh ke-21 di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.

"Seluruh persoalan yang terjadi di Aceh harus disikapi dengan kepala dingin, mengutamakan dialog dan keselamatan masyarakat, serta tidak membiarkan perbedaan berkembang menjadi konflik," katanya di Banda Aceh, Minggu (16/8/2026).

Ia mengapresiasi langkah TNI dan Polri serta Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah dalam mengendalikan situasi dengan menjumpai massa.

Baca juga: Sehari Usai Ricuh, TNI Kembali Pasang Bendera Merah Putih di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

Secara khusus, Suryadi mengapresiasi keberanian Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan yang turun langsung menemui massa saat kericuhan masih berlangsung.

Menurutnya, kehadiran pimpinan aparat keamanan di tengah masyarakat menunjukkan keberanian sekaligus komitmen untuk mencegah terjadinya gejolak yang lebih besar.

“Saya hormat kepada Kapolda. Beliau berani hadir langsung di tengah-tengah massa. Ini langkah luar biasa. Begitu juga Pangdam dan Kabinda yang hadir bersama-sama di lapangan. Mereka mengambil risiko untuk memastikan keadaan tidak semakin memanas,” katanya.

Baca juga: Tgk Juha Christensen: Raahe, Åland, Gunong Halimon, Helsinki, dan Perdamaian Aceh

Ia menilai pendekatan persuasif dan komunikasi langsung jauh lebih baik daripada tindakan represif yang berpotensi memperbesar ketegangan.

“Saya melihat semua pihak bekerja secara persuasif. Wakil Gubernur melakukan negosiasi dengan perwakilan massa, sementara Kapolda, Pangdam dan Kabinda hadir langsung di tengah masyarakat. Ini adalah cara-cara yang harus dikedepankan ketika menghadapi situasi sensitif,” ujar Suryadi.

Begitu juga kepada masyarakat yang akhirnya membubarkan diri dengan tertib.

Menurutnya, sikap tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Aceh masih menjunjung tinggi adab dan menginginkan perdamaian.

Dalam kesempatan itu, Suryadi mengajak seluruh pihak agar tidak menjadikan perbedaan sikap sebagai alasan untuk memecah belah masyarakat Aceh.

“Kita semua punya tanggung jawab membangun Aceh. Bukan hanya TNI dan Polri. Pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, pemuda dan seluruh rakyat Aceh harus bersama-sama menjaga perdamaian.

 Jangan sampai rakyat terus bertanya-tanya tentang kemampuan pemimpin daerah dalam menghadapi persoalan Aceh,” ujarnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.