Masih Masa Tanggap Darurat Longsor, Warga Krayan Selatan Dihantui Ancaman Kekeringan
Cornel Dimas Satrio August 16, 2026 10:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Belum usai perjuangan memulihkan infrastruktur akibat tanah longsor, masyarakat di Kecamatan Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) kini harus menghadapi ancaman bencana baru, Minggu (16/8/2026).

Lahan persawahan warga di kawasan tersebut mulai dilanda kekeringan akibat cuaca panas terik yang berlangsung selama sepuluh hari terakhir.

Kondisi ini menambah daftar panjang tantangan warga yang masih berada dalam status masa tanggap darurat bencana.

Kepala Sub Bidang Penyelamatan BPBD Nunukan, Hasanuddin, mengungkapkan suhu udara dan keterikkan cuaca belakangan ini berdampak langsung pada pasokan air di area pertanian.

"Beberapa sawah warga mulai kekurangan air dan kering karena cuaca yang panas sekitar 10 hari ini," kata Hasanuddin, Kamis (13/8/2026).

Meski sumber air menyusut, aktivitas bercocok tanam warga dilaporkan masih berjalan normal.

Namun, ketersediaan pasokan air kini menjadi perhatian serius petugas gabungan di tengah proses pemulihan pascalongsor.

Baca juga: Akses Jalan di Krayan Selatan Mulai Pulih, Naik Motor ke Long Bawan Kini Kurang dari 3 Jam

Pada 7 Juli 2026 lalu, Desa Long Layu, Kecamatan Krayan Selatan dilanda bencana tanah longsor, yang membuat wilayah tersebut terisolasi total.

Longsor besar menutup seluruh badan jalan menuju Kecamatan Krayan Selatan, sehingga akses darat tidak bisa digunakan sama sekali. 

Akibat terputusnya jalan, sekira 460 kepala keluarga atau 1.400 jiwa di Desa Long Layu kesulitan memperoleh kebutuhan pokok.

Kondisi ini membuat Pemkab Nunukan menetapkan status tanggap darurat bencana tanah longsor selama 14 hari, mulai 15 hingga 28 Juli 2026, melalui Surat Keputusan Bupati Nomor 478 Tahun 2026.

Belakangan Pemkab Nunukan memperpanjang masa status tanggap darurat dari 12-25 Agustus 2026.

Akses Jalan Pulih Bertahap

Di tengah ancaman kekeringan lahan, titik terang mulai terlihat pada akses transportasi.

Jalur penghubung Krayan Barat dan Krayan Selatan kini mulai pulih secara darurat dan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Bahkan, waktu tempuh sepeda motor dari Kecamatan Krayan Selatan menuju Long Bawan dilaporkan membaik hingga di bawah tiga jam.

Guna mengantisipasi perubahan cuaca yang ekstrem, Pos Lapangan Krayan Selatan meningkatkan pengawasan secara rutin di lapangan maupun memantau portal BMKG.

Pemantauan ini krusial mengingat pengerjaan jalan dan jembatan sangat bergantung pada kondisi cuaca.

Tim gabungan dari BPBD Nunukan, pemerintah kecamatan, desa, TNI-Polri, hingga relawan terus bersiagakan serta melaporkan perkembangan situasi secara berkala kepada unsur pimpinan Kabupaten Nunukan, Pusdalops BNPB, dan Pemprov Kaltara.

Petugas pun diimbau tetap waspada melihat potensi dinamika cuaca beberapa hari ke depan.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.