Lionel Messi gagal mengeksekusi penalti untuk KETIGA kalinya secara beruntun saat Inter Miami dihancurkan Nashville dalam kekalahan empat gol
Agus Firmansyah August 16, 2026 11:24 PM

Lionel Messi gagal mengeksekusi penalti untuk ketiga kalinya secara beruntun saat kembali masuk susunan pemain inti Inter Miami, dalam kekalahan telak 4-1 dari Nashville SC. The Herons dibongkar secara sistematis di Geodis Park dan gagal merebut kembali posisi puncak di Wilayah Timur pada malam ketika nyaris tak ada satu pun hal yang berjalan baik bagi peraih Ballon d'Or delapan kali itu.

Masalah penalti Messi berlanjut

Sentuhan magis Messi tampak seolah memudar sejenak dalam malam yang ingin dilupakannya di Tennessee. Saat Inter Miami tertinggal 1-0 pada menit ke-23, veteran asal Argentina itu memiliki peluang emas untuk menyamakan kedudukan dari titik putih. Namun, sepakan rendahnya berhasil ditepis dengan gemilang oleh kiper Nashville, Brian Schwake.

Statistik menegaskan seberapa dalam kesulitan pemain Argentina itu dari jarak 12 yard. Kegagalan terbaru ini menjadi pertama kalinya sejak 2014 Messi gagal dalam tiga penalti berturut-turut. Rentetan buruk tersebut dimulai pada kampanye Piala Dunia musim panas ini, setelah ia gagal mencetak gol saat menghadapi Austria dan Mesir.

Nashville mengamuk di Geodis Park

Meski Telasco Segovia sempat menyamakan skor tepat sebelum turun minum, Nashville SC mengambil alih sepenuhnya jalannya pertandingan pada babak kedua. Hany Mukhtar kembali mengingatkan liga akan kualitasnya lewat dua gol yang diselesaikan dengan klinis, sementara Sam Surridge menambahkan gol ketiga melalui sontekan tumit belakang yang halus. Pertahanan Miami runtuh di bawah tekanan, dan frustrasi mereka terlihat jelas ketika Messi menerima kartu kuning karena protesnya dalam proses terjadinya gol ketiga Nashville.

Pukulan terakhir datang pada masa injury time setelah kesalahan konyol dari kiper Miami, Rocco Ríos Novo. Penjaga gawang itu terpeleset saat berada jauh di luar areanya, sehingga bola panjang langsung dari Schwake bisa mencapai Mukhtar, yang kemudian dengan mudah menggiring bola ke gawang kosong.

Tragedi pribadi membayangi Messi

Pertandingan ini menjadi starter pertama Messi sejak wafatnya sang ayah sekaligus perwakilan lamanya, Jorge Messi. Pemain berusia 39 tahun itu sedang memikul beban emosional yang sangat besar, dan baru-baru ini mengakui bahwa ia tidak yakin bagaimana melanjutkan kariernya di olahraga ini tanpa arahan dari ayahnya.

Kesulitan Messi makin diperparah oleh nasib buruk murni pada momen-momen akhir pertandingan. Dalam satu serangan panik di babak kedua, penyerang itu melihat tembakannya membentur kedua tiang gawang tanpa melewati garis, sebelum upaya lainnya dianulir karena offside.

Hoyos melontarkan nada tegas di tengah beban yang "emosional"

Berbicara setelah kekalahan tersebut, pelatih Inter Miami Guillermo Hoyos menolak untuk panik dan menegaskan bahwa kekalahan besar itu justru akan mendorong perkembangan timnya lebih lanjut.

"Kekalahan seperti ini tidak akan menghentikan kami; kami terus berkembang," katanya. "Hari ini kami akan beristirahat dan besok mulai bekerja lagi menuju tujuan kami. Anda tidak kehilangan sasaran hanya karena satu kekalahan; justru sebaliknya, kami akan membidik lebih tinggi, terus berkembang, dan melanjutkan perkembangan skuad.

"Saya berterima kasih atas semua yang dilakukan para pemain. Orang-orang mungkin akan menyoroti kekalahan 4-1 ini, tetapi tim mengalami beban emosional yang sangat besar; Anda harus berada di lapangan untuk memahaminya. Jadi, di balik hasil yang tidak menguntungkan, ada banyak hal yang sangat berharga yang terlihat, dan itulah yang benar-benar penting bagi saya."

Tim asuhan Hoyos kini harus segera bangkit karena sang pelatih menyiapkan skuadnya untuk lawatan sulit menghadapi Philadelphia Union pada hari Rabu. The Herons sangat membutuhkan kemenangan untuk mendapatkan kembali momentum dan memangkas jarak dengan Nashville di klasemen Wilayah Timur. Namun, dengan pertanyaan yang masih menggantung mengenai daya tahan karier Messi dan rapuhnya lini belakang tim, jalan menuju pemulihan tampak terjal.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.