TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah menargetkan fase tanggap darurat bencana gempa bumi bermagnitudo (M) 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), rampung dalam 2-3 minggu ke depan.
Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, hal tersebut berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama tim gabungan lintas kementerian dan lembaga.
Baca juga: BNI Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT, Pastikan Layanan Perbankan Tetap Berjalan
"Tim gabungan dari pemerintah pusat, lintas kementerian lembaga menargetkan fase tanggap darurat bisa kita selesaikan dalam 2-3 minggu ke depan," kata Abdul dalam konferensi pers secara daring, Minggu (16/8/2026).
Abdul menuturkan, target waktu tersebut masih bisa berubah menyesuaikan dengan situasi di lokasi bencana.
"Tentu saja ini sangat tergantung dengan dinamika di lapangan, tetapi hasil rapat koordinasi tadi pagi di awal kita tetapkan target supaya tanggap darurat ini tidak terlalu lama dan kita bisa nanti langsung masuk ke fase transisi darurat," ujarnya menambahkan.
Di sisi lain, jumlah korban jiwa akibat gempa M 7,7 tersebut dilaporkan terus bertambah. Hingga Minggu sore, BNPB mencatat sebanyak 53 orang meninggal dunia.
Adapun 53 korban meninggal dunia tersebut tersebar di enam wilayah. Angka fatalitas tertinggi berada di Kabupaten Manggarai sebanyak 25 jiwa dan Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 20 jiwa.
Baca juga: Fakta-fakta Gempa NTT, Jumlah Korban, Akses Jalan Mulai Dipulihkan hingga Bantuan Logistik Dikirim
Selanjutnya, korban jiwa juga dilaporkan di Kabupaten Sikka sebanyak 4 jiwa, Kabupaten Ende 2 jiwa, Kabupaten Manggarai Barat 1 jiwa, dan Kabupaten Nagekeo 1 jiwa.
Sementara itu, warga yang mengalami luka-luka tercatat mencapai 135 jiwa. Rinciannya, terdapat 12 korban luka di Kabupaten Sikka.
Kemudian di Kabupaten Manggarai tercatat 17 jiwa luka berat dan 20 jiwa luka ringan.
Di Kabupaten Manggarai Timur terdapat 21 jiwa luka berat dan 59 jiwa luka ringan, serta di Kabupaten Manggarai Barat dilaporkan 6 jiwa mengalami luka berat.