TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Kenalkan inilah sosok Novi Claudya, pembawa baki bendera di upacara HUT ke-81 RI di Malinau yang ingin jadi polisi
Di balik khidmatnya pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kabupaten Malinau, tersimpan cerita perjuangan dan dedikasi dari para anggota Pasukan Pengibar Bendera.
Perhatian ribuan pasang mata di area pusat pemerintahan tertuju pada sosok Novi Claudya.
Novi Claudya merupakan siswi SMA 8 Malinau.
Ia lahiran 30 November 2010
Pada upacara HUT ke-81 RI di Malinau, Novi Claudya mengemban tugas krusial sebagai pembawa baki Bendera Merah Putih.
Baca juga: HUT ke-81 RI 2026 di Malinau, Upacara Digelar dari Malinau Kota hingga Perbatasan Apau Kayan
Di balik ketenangannya memimpin barisan di hadapan publik, remaja yang masih duduk di kelas 11 ini, menyimpan rasa haru yang mendalam, atas amanah besar yang berhasil ia tuntaskan.
"Jujur, perasaannya senang dan bangga sekali karena sama sekali tidak menyangka.
Mungkin masih banyak teman-teman lain yang layak, tetapi saya yang dipercayakan untuk membawa baki," ujar Novi Claudya, usai menyelesaikan tugasnya sebagai pembawa baki upacara HUT ke-81 RI di Malinau.
Upacara HUT ke-81 RI di Malinau dipusatkan di depan Panggung Padan Liu Burung.
Area panggung utama tampak semarak berhiaskan ornamen khas kemerdekaan bernuansa merah putih, yang dipadu dengan jajaran bambu hias.
Kehadiran para tamu undangan, dan masyarakat, yang mengenakan aneka warna-warni busana adat daerah dari berbagai etnis, turut menambah kemeriahan perayaan di lokasi kegiatan.
Di tengah jalannya prosesi upacara, cuaca di lokasi perayaan terpantau panas terik menyengat.
Meskipun demikian, seluruh jajaran peserta pasukan dan tamu undangan tetap bertahan mengikuti jalannya tahapan prosesi.
Suasana berganti hening saat barisan Paskibra mulai memasuki lapangan utama.
Novi Claudya melangkah mantap di posisi depan menuju mimbar utama tempat bendera diserahkan.
"Tentu ada rasa tegang, terharu, sekaligus sangat bangga.
Apalagi di tribun tadi disaksikan langsung oleh kedua orang tua," kata Novi Claudya.
Remaja yang berdomisili di Kuala Lapang RT 8 ini, menceritakan bahwa perjalanannya menembus posisi utama Paskibra Malinau.
Kata dia, semuanya berawal dari ketertarikannya mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah sejak duduk di kelas 10.
Keberhasilannya mengemban mandat sebagai pembawa baki utama, didapatkan setelah melalui proses seleksi, serta pemusatan latihan fisik, dan mental, secara bertahap.
"Latihannya kurang lebih 20 hari.
Pesan saya untuk teman-teman dan adik-adik kelak, harus banyak latihan, belajar percaya diri agar bisa menjadi Paskibraka juga, serta utamakan kekuatan fisik dan mental," tegas Novi Claudya
Baca juga: HUT ke-81 RI 2026 di Malinau, Upacara Digelar dari Malinau Kota hingga Perbatasan Apau Kayan
Tugas mengawal Sang Saka diselesaikan Novi Claudya hingga kain bendera terbentang dan berkibar di tiang utama.
Keberhasilan ini semakin memantapkan pilihannya untuk merajut cita-cita masa depan.
"Rencana ke depan saya ingin mendaftar polisi, mau mengikuti jejak Bapak," lanjut Novi Claudya menceritakan alasannya memilih jalan karier di kepolisian.
Rangkaian kegiatan upacara resmi ditutup setelah seluruh pasukan diistirahatkan, dilanjutkan dengan acara penganugerahan Satya Lencana Karya Satya oleh Bupati Malinau, Wempi W Mawa, serta sesi ramah tamah bersama pimpinan daerah.
(*)