SURYA.CO.ID SIDOARJO - Proses pembebasan lahan untuk pembangunan Flyover Gedangan, Sidoarjo, memasuki tahap penting setelah Pemkab Sidoarjo mengajukan peta bidang tanah terdampak kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN). Sebanyak 122 bidang tanah akan diverifikasi sebelum masuk proses penaksiran harga atau appraisal.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo Bahrul Amig mengatakan seluruh tahapan pembebasan lahan sejauh ini berjalan lancar.
Sejumlah kendala administrasi, termasuk pemilik lahan yang sulit dihubungi dan persoalan pembagian waris, telah diselesaikan melalui koordinasi pemerintah desa dan kecamatan.
"Semua berjalan baik dan nyaris tidak ada kendala berat. Masyarakat mendukung rencana pembangunan ini," ujar Amig di Pendopo Sidoarjo, Senin (17/8/2026).
Baca juga: UNAIR Gercep, Kirim Tim Aju Tanggap Darurat Gempa ke NTT Fokus Penanganan di Fase Akut
Menurut Amig, seluruh bidang tanah terdampak kini telah terdata dengan baik. Untuk persoalan waris, pemerintah membantu proses administrasinya, sedangkan pembagian hak waris tetap menjadi kewenangan keluarga.
"Untuk urusan waris, pemerintah membantu pada proses administrasi. Mengenai pembagiannya, itu sepenuhnya menjadi wewenang keluarga," kata Amig.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo M Makhmud menjelaskan, terdapat 122 bidang tanah yang diajukan ke BPN.
Rinciannya terdiri atas 70 rumah usaha, 25 rumah toko (ruko), 12 tanah kosong/saluran/jalan, 8 rumah tinggal, 4 kantor, 2 rumah dinas, serta 1 tempat ibadah.
"Pengajuan peta bidang ke BPN targetnya selesai dalam 2-3 minggu ke depan. Pemetaan BPN ini menjadi prasyarat utama sebelum kami melangkah ke proses penaksiran harga (appraisal)," kata Makhmud.
Baca juga: Ruwetnya Pembebasan Lahan Proyek Flyover Gedangan Sidoarjo, Sebidang Tanah bisa Milik 57 Ahli Waris
Pembebasan lahan ditargetkan rampung tepat waktu sehingga pengerjaan fisik Flyover Gedangan dapat dimulai pada 2027.
Flyover Gedangan dirancang memiliki panjang 447 meter dengan lebar 18 meter. Setiap lajur memiliki lebar 3,5 meter. Pembangunan jembatan layang tersebut ditujukan untuk mengurai kemacetan kronis di perempatan Gedangan.
Total kebutuhan lahan untuk proyek tersebut mencapai 23.169 meter persegi di sisi timur kawasan Gedangan.
Untuk pembebasan lahan, Pemkab Sidoarjo menyiapkan anggaran sekitar Rp 450 miliar dengan skema multiyears. Anggaran tersebut dialokasikan Rp 200 miliar melalui APBD 2026 dan Rp 250 miliar melalui APBD 2027.
Dari alokasi APBD 2027, sebesar Rp 200 miliar disiapkan untuk pelunasan lahan dan Rp 50 miliar sebagai alokasi tambahan.
Ketua DPRD Sidoarjo Abdilah Nasih menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan Flyover Gedangan. Pihaknya juga memastikan proses pengalokasian anggaran akan terus dikawal.
“Dewan selalu menyetujui pengalokasian dana untuk pembangunan Flyover Gedangan. Sejauh ini tidak pernah ada masalah,” kata Nasih.
Termasuk rencana pengalokasian anggaran tahun depan, politisi PKB tersebut menyatakan DPRD Sidoarjo siap menyetujui anggaran sesuai kebutuhan proyek.
“Pasti kita dukung dan penuhi kebutuhannya. Kami di dewan sudah sepakat dengan eksekutif bahwa proyek ini harus segera rampung,” tandasnya.
Anggaran dari APBD Sidoarjo digunakan untuk proses pembebasan lahan. Sementara pembangunan fisik flyover nantinya akan didanai dan dikerjakan langsung oleh pemerintah pusat.
Jika tahapan pembebasan lahan berjalan sesuai target, pembangunan fisik Flyover Gedangan direncanakan mulai dilaksanakan pada 2027.