Bendera Merah Putih 281 Meter Membentang di Sungai Cihonje Sumedang
Machmud Mubarok August 17, 2026 03:05 PM

Laporan Kontributor Sumedang, Kiki Andriana

 

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG – Pemandangan tak biasa terlihat di aliran Sungai Cihonje, kawasan wisata alam Kampung Karuhun, di Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (17/8/2026).

Bendera Merah Putih sepanjang 281 meter dibentangkan di sepanjang aliran sungai dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bukan hanya petugas atau panitia yang terlibat dalam pengibaran bendera tersebut. Para pengunjung Kampung Karuhun, chef program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari berbagai daerah di Jawa Barat, serta masyarakat sekitar Citengah turut ambil bagian.

Mereka turun langsung ke badan sungai dan berdiri berjajar sambil memegang bentangan kain Merah Putih yang panjangnya mencapai ratusan meter tersebut.

Bendera dibentangkan di atas kepala mereka, mengikuti aliran Sungai Cihonje. Pemandangan itu menjadi atraksi tersendiri bagi wisatawan yang datang sekaligus menjadi pesan tentang pentingnya menjaga sungai sebagai bagian dari kehidupan masyarakat.

Sebelum pembentangan bendera dimulai, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti upacara sederhana. Mereka berdiri bersama di kawasan sungai dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Baca juga: Link Live Streaming Penurunan Bendera Upacara HUT Ke-81 RI 2026 Sore Hari Ini

Baca juga: 54 Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Ciamis Siap Bertugas Hari Ini, Semangat!

Pemilik wisata Kampung Karuhun, Nana Mulyana, mengatakan pembentangan bendera sepanjang 281 meter tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari wisatawan, chef MBG dari seluruh Jawa Barat hingga masyarakat sekitar.

"Ini pembentangan bendera sepanjang aliran Sungai Cihonje, panjangnya 281 meter, dibentangkan oleh chef MBG dan wisatawan yang datang," ujar Nana kepada Tribun Jabar.id.

Menurut Nana, masyarakat sekitar sengaja dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Selain untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan, kegiatan itu juga memberikan pengalaman berbeda bagi warga.

"Masyarakat juga dilibatkan, karena mereka happy. Karena mereka pulang bawa ikan, ada yang sekarung, ada yang dua ember, karena selesai pengibaran bendera mereka langsung 'marak lauk' (menangkap ikan di sungai yang dibendung)," katanya.

Untuk kegiatan tersebut, pengelola Kampung Karuhun sebelumnya menebar sekitar satu kuintal ikan di aliran sungai. Setelah acara pembentangan bendera selesai, masyarakat kemudian diperbolehkan menangkap ikan secara bersama-sama.

Bagi Nana, aktivitas tersebut bukan sekadar hiburan. Ia ingin masyarakat dan wisatawan semakin dekat dengan sungai serta memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

"Kenapa dibentangkan di sungai? Kita ingin edukasi masyarakat dan wisatawan bagaimana menjaga kelestarian sungai, menjaga kebersihan. Sungai bagaimanapun adalah bagian dari kehidupan kita, dan kita harus mempelajari bagaimana pentingnya sungai dalam kehidupan kita," ujarnya.

Bendera berukuran raksasa itu dibuat secara khusus oleh seorang penjahit. Proses pembuatannya membutuhkan waktu sekitar satu minggu. Lebar bendera mencapai 2,5 meter, sedangkan panjangnya mencapai 281 meter. Angka tersebut memiliki makna tersendiri.

"Kenapa kita pilih 2,5 dan panjang 281. Yang jelas, 81-nya adalah umur Republik ini. Yang 200-nya ini panjang Sungai Cihonje yang ingin kita jaga ini," kata Nana.

Selain pesan lingkungan, pembentangan bendera tersebut juga menjadi bentuk aspirasi pengelola wisata terhadap pemerintah. Nana berharap pemerintah semakin memberikan perhatian terhadap sektor pariwisata dan pertumbuhan wirausaha.

"Pertama, kita ingin tentunya pemerintah lebih pro terhadap pertumbuhan wirausaha dan lapangan kerja," katanya.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tidak bisa dilepaskan dari keberlangsungan sektor usaha, termasuk pariwisata. Ia menilai kondisi sektor pariwisata saat ini masih menghadapi tantangan berat.

"Mustahil ekonomi berkembang tanpa dua itu (pariwisata dan lapangan kerja). Saat ini ekonomi sedang terpuruk, banyak sektor usaha khususnya di pariwisata luar biasa yang tumbang di Jawa Barat luar biasa banyak," ujarnya.

Karena itu, ia berharap pemerintah kembali memberikan perhatian lebih terhadap sektor pariwisata agar geliat ekonomi dan lapangan kerja di daerah dapat tumbuh.

"Perlu konsen pemerintah bahwa sektor pariwisata digalakkan kembali," katanya.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.