Polisi Awasi Ketat 5 SMK di Palembang, Viral Ajakan Tawuran Balas Dendam, Ini Kata Kapolrestabes
Welly Hadinata August 17, 2026 03:27 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Polrestabes Palembang memperketat pengawasan di sejumlah sekolah SMA/SMK menyusul beredarnya flyer dan pesan berantai berisi ajakan sweeping tawuran sebagai aksi balas dendam.

Ajakan tersebut muncul setelah seorang pelajar SMK di Palembang menjadi korban pengeroyokan pada Jumat (14/8/2026) hingga mengalami luka.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan mengatakan, pihaknya langsung melakukan penelusuran untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

Polisi menemukan sejumlah akun yang diduga menyebarkan ajakan sweeping di beberapa SMK setelah pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada Senin (17/8/2026).

"Upaya kami yakni sudah mengecek kebenaran isu tersebut, ada beberapa akun yang melakukan ajakan sweeping di beberapa SMK. Kami koordinasi dengan Dinas Pendidikan agar mengimbau kepala sekolah, orangtua, wali murid agar memberi tahu anaknya tidak tawuran," kata Sonny saat dikonfirmasi Sripoku.com.

Lima SMK Jadi Fokus Pengawasan

Untuk mencegah aksi balasan, Polrestabes Palembang meningkatkan pengawasan di lingkungan sekolah.

Pengamanan dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan Bhabinkamtibmas, Babinsa, guru, kepala sekolah dan perangkat keamanan sekolah.

Polisi juga telah memetakan lima SMK yang dinilai perlu mendapatkan pengawasan lebih karena berpotensi menjadi lokasi berkumpulnya pelajar.

"Personel kepolisian ditempatkan di sejumlah sekolah tersebut untuk melakukan pengamanan sekaligus memberikan imbauan kepada para pelajar agar setelah mengikuti upacara langsung pulang ke rumah masing-masing," jelas Sonny.

Menurut Sonny, langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi agar ajakan sweeping tidak berkembang menjadi aksi tawuran antar-pelajar.

Patroli Dilakukan hingga Malam

Selain menempatkan personel di sejumlah sekolah, polisi juga melakukan patroli hingga malam hari.

Patroli tersebut difokuskan untuk mengantisipasi kelompok pelajar yang melakukan konvoi atau berkumpul dengan tujuan mencari kelompok lain.

Sonny mengatakan, munculnya flyer ajakan sweeping berkaitan dengan aksi pengeroyokan yang terjadi pada Jumat (14/8/2026).

"Setelah kejadian Jumat kemarin muncul flyer seruan aksi sweeping tawuran untuk balas dendam, latar belakangnya itu," katanya.

Sementara itu, kasus pengeroyokan terhadap pelajar yang terjadi pada Jumat lalu masih dalam proses penyelidikan.

Polisi masih mendalami kejadian tersebut lantaran terdapat korban yang mengalami luka.

"Terhadap kejadian hari Jumat masih dalam proses penyelidikan karena ada korban luka," sambungnya.

Upacara HUT ke-81 RI Berlangsung Aman

Hingga Senin siang, situasi di sejumlah sekolah di Palembang dilaporkan masih kondusif.

Seluruh rangkaian upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di sekolah-sekolah juga telah selesai dilaksanakan tanpa adanya aksi tawuran.

"Alhamdulillah kondisi sampai siang ini aman, sekolah sudah selesai melaksanakan upacara," tutup Sonny.

Polrestabes Palembang mengimbau pelajar untuk tidak mudah terprovokasi oleh ajakan tawuran yang beredar melalui media sosial maupun pesan berantai. Orangtua dan pihak sekolah juga diminta meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas para pelajar.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.