Jakarta (ANTARA) - Pengelola Terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan, berencana menjadikan lomba tarik dan dorong bus sebagai agenda tahunan untuk memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

"Ini kebetulan perdana, tetapi kalau melihat antusiasnya, walaupun sedikit, para pemakai terminal ini sangat antusias. Makanya akan saya lakukan tiap tahun," kata Kepala Terminal Lebak Bulus, Joni Budhi kepada wartawan di Jakarta, Senin.

Joni mengatakan kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya untuk memperkenalkan Terminal Lebak Bulus kepada masyarakat sebagai terminal yang tetap aktif melayani aktivitas warga.

Menurut dia, kegiatan seperti lomba dan sosialisasi yang melibatkan media dapat membantu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan serta pelayanan terminal.

"Di samping kita perbaikan terminal, kita juga akan menyosialisasikan. Dibantu media seperti ini, masyarakat akan makin percaya kalau di sini terminal itu aktif," ucapnya.

Lomba tersebut diikuti oleh sejumlah unsur yang beraktivitas di Terminal Lebak Bulus, mulai dari kru bus, petugas pendukung terminal, pedagang, masyarakat hingga calon penumpang yang hendak bepergian ke luar kota.

Meski jumlah peserta tidak banyak hanya sekira 30 orang, antusiasme masyarakat dan pengguna terminal dinilai cukup tinggi.

Bus yang dipilih adalah bus besar berwarna kuning Putra Luragung jurusan Kuningan-Jakarta.

Dalam lomba tarik bus, tim kedua berhasil menyelesaikan dengan catatan waktu tercepat 2 menit 50 detik.

Peserta dengan catatan waktu tercepat kedua menyelesaikan dalam 3 menit 13 detik. Pemenang lomba tersebut mendapat hadiah uang.

Selain lomba tarik dan dorong bus AKAP, panitia juga menggelar sejumlah permainan lain, seperti memasukkan sedotan ke dalam botol dengan menggunakan hidung serta lomba menggeser balon.

Ia menjelaskan lomba tarik dan dorong bus dipilih karena kendaraan tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas di Terminal Lebak Bulus.

"Kita di terminal itu adanya bus. Saya juga pengennya bus dijajar-jajar, didorong bareng, ramai. Tapi kita tidak bisa karena kita punya lintasan dan track-nya juga naik, makanya seperti tadi. Tapi animonya tetap bagus," katanya.

Ia mengatakan konsep kegiatan tersebut dibuat dengan memanfaatkan sarana yang tersedia di terminal agar perayaan HUT RI tetap berlangsung meriah tanpa mengganggu aktivitas pelayanan. "Kita mengelaborasi yang ada saja di terminal," ucapnya.

Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat mengisi momentum kemerdekaan dengan kegiatan positif sesuai kemampuan masing-masing, termasuk melalui pekerjaan yang dilakukan sehari-hari.