Teheran (ANTARA) - Iran dan Oman terus melanjutkan perundingan mengenai Selat Hormuz kendati proses tersebut menghadapi sejumlah faktor yang memperumit keadaan, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei pada Senin.
“Perundingan antara Iran dan Oman terus berlangsung secara serius, dengan kedua pihak bertukar pandangan dalam pernyataan bersama,” kata Baghaei dalam konferensi pers.
Menurut dia, saat ini, kedua pihak telah menunjukkan tekad untuk mengembangkan mekanisme yang dapat menjamin kepentingan kedua pihak, sekaligus menyelesaikan persoalan terkait jalur pelayaran internasional.
Baghaei menyampaikan bahwa proses tersebut dipersulit oleh tiga faktor, yakni kerumitan isu yang dibahas, keterlibatan banyak pihak, serta upaya sejumlah negara untuk mengganggu proses tersebut.
Pada 8 Juli 2026, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran yang dicapai pada 18 Juni malam tidak lagi berlaku.
Sejak 8 Juli, militer AS telah melancarkan sejumlah serangan terhadap Iran.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa serangan tersebut dilakukan sebagai respons terhadap tindakan Teheran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Militer Iran kemudian merespons dengan melancarkan serangan terhadap sejumlah pangkalan militer AS di beberapa negara di Timur Tengah. Teheran juga menuduh Washington melanggar kesepakatan gencatan senjata.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti





