Semarang (ANTARA) - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang memastikan bahwa pasokan air bersih kepada pelanggan tetap aman pada musim kemarau sekarang ini.

"Alhamdulillah sampai saat ini pasokan (air, red.) masih berjalan dengan aman dan lancar," kata Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang Ady Setiawan, di Semarang, Senin.

Hal tersebut disampaikan sosok yang akrab disapa Wawan itu, usai memimpin upacara peringatan Hari Kemerdekaan Ke-81 RI di Kantor PDAM Kota Semarang.

Ia menyebutkan bahwa produksi air saat ini mencapai 9.915.282 meter kubik, dengan pasokan berasal dari instalasi pengolahan air, sumber mata air, dan sumur artesis.

Berdasarkan data produksi PDAM Kota Semarang, kontribusi terbesar berasal dari instalasi pengolahan air (IPA) dengan volume produksi 7.927.154 meter kubik atau sekitar 80 persen dari total produksi.

Sumur artesis menghasilkan 1.141.922 meter kubik, setara sekitar 11 persen, sedangkan sumber alam berupa mata air menyumbang 846.206 meter kubik atau sekitar 9 persen.

Secara keseluruhan, ia mencatat total produksi air sebesar 9.915.282 meter kubik dengan angka debit yang tercantum dalam data sebesar 3.701,94 liter per detik.

Menurut dia, wilayah yang sudah terhubung dengan jaringan perpipaan PDAM Kota Semarang dipastikan tetap mendapatkan layanan air dengan lancar selama musim kemarau.

"Sepanjang itu ada tersedia layanan PDAM melalui jaringan perpipaan kita siap 24 jam. Jadi, tidak ada kekeringan karena debit kita, suplai kita cukup," kata Wawan, yang mengenakan pakaian adat Bengkulu.

Kondisi tersebut, diakuinya, menjadi salah satu alasan PDAM Kota Semarang masih optimistis menghadapi musim kemarau tahun ini.

Meski demikian, ia mengatakan pihaknya terus melakukan pengecekan terhadap sumber air melalui program Tirta Moedal Water Treatment Field Trip, dengan tahap pertama telah dilakukan di wilayah Pucang Gading.

Berkaitan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, ia mengatakan PDAM Kota Semarang memaknainya dengan semangat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Ia mengatakan kemerdekaan seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai pernyataan bebas, tetapi juga diwujudkan melalui terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat.

"Merdeka dari kebocoran air, merdeka dari air yang keruh, merdeka dari air yang tidak ngalir maupun juga merdeka dari kekurangan air itu sendiri," katanya.

Pada kesempatan itu, jajaran karyawan PDAM Kota Semarang tampak mengenakan bermacam pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.

"Ini mewujudkan cita rasa kita untuk tetap bersatu apapun yang kita lakukan, aktivitas apapun, perbedaan pendapat, perbedaan pendapatan, perbedaan konsep tetapi kita tetap bersatu Indonesia Raya," katanya.