Kisah Alexio, Debutan Smada Jombang di DBL yang Selalu Didukung Sang Ayah dan Keluarga
Samsul Arifin August 17, 2026 09:14 PM

 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tahun 2026 menjadi tahun yang penuh dengan memori indah bagi Alexio Caerolly Susanto, salah satu anggota tim putra SMAN 2 Jombang (Smada).

Tak hanya berhasil masuk ke sekolah impiannya, Alex juga telah mewujudkan salah satu mimpi terbesarnya, yakni bermain di panggung Honda DBL with Kopi Good Day East Java-North.

Alex dan seluruh penggawa Smada sama-sama berstatus sebagai debutan pada musim ini. Meski demikian, mereka telah membuktikan bahwa kekuatan mereka tidak bisa diremehkan.

Saat menghadapi SMAN 1 Manyar Gresik pada 11 Agustus 2026, Smada meraih kemenangan dramatis dengan skor 27-21.

Dengan waktu tersisa 16 detik pada kuarter keempat, skuad asuhan Mohamad Rizky tersebut berhasil mencetak enam poin beruntun tanpa balasan.

Tren kemenangan itu berlanjut pada laga kedua. Saat menghadapi SMA Trimurti Surabaya, permainan Smada terlihat semakin kompak. Mereka pun meraih kemenangan kedua di Round 1 dengan skor akhir 26-18.

Baca juga: Tak Gentar Debut di DBL, Smaga Bangkalan Sempat Bikin Untung Surapati Sidoarjo Tertekan

Cetak Poin Perdana Lima Detik setelah Tip-off

Alex sendiri akhirnya mencetak poin perdananya pada laga kedua. Poin tersebut langsung ia bukukan sekitar lima detik setelah tip-off. Kepercayaan dirinya pun terlihat begitu besar.

Seluruh energi Alex tersebut tidak datang dengan sendirinya. Dukungan itu juga datang dari salah satu sosok yang menjadi penggemar terbesarnya sepanjang hidup, yakni sang ayah, Andy Susanto.

Sepanjang pertandingan, Pak Andy tidak pernah berhenti memberikan sorakan untuk sang anak. Setiap kali Alex dan Smada berhasil mencetak angka, Pak Andy memberikan berbagai gestur selebrasi. Secara tidak langsung, ia juga turut menjadi bagian dari pertandingan tersebut.

Bahkan, Pak Andy mengajak seluruh keluarga intinya untuk menyaksikan dan mendukung sang anak di DBL Arena. 

“Setelah dia (Alex) lolos seleksi (tim), kakak-kakaknya yang di Jakarta dan Surabaya saya suruh datang dan support,” ujar Pak Andy.

Satu Keluarga Hadir di DBL Arena

Keluarga inti Pak Andy berjumlah enam orang. Sang istri, Yuki Erdiana, turut hadir memberikan dukungan. Begitu pula dengan Valeymorinth Fidora Susanto, Laura Monica Susanto, dan Gilbert Benedic Susanto yang merupakan kakak-kakak Alex. Ya, Alex merupakan anak bungsu.

Menyaksikan Alex bermain di DBL Arena bersama Smada dan ditemani Kasadwana Curva Sud, kelompok suporter Smada, menjadi pengalaman yang membekas bagi Pak Andy. “Sangat meriah!” katanya.

Alex sendiri mulai menggemari olahraga bola basket sejak duduk di kelas I SD. Setelah melihat Gilbert bermain dan menikmati olahraga tersebut, ia juga ingin merasakan hal serupa dan mengikuti jejak sang kakak.

Berdiri di panggung basket pelajar bergengsi akhirnya menjadi sesuatu yang selalu ia kejar. “Dari SD, SMP, sampai sekarang tujuannya selalu main di DBL,” tutur Pak Andy.

Sejak SD Sudah Mengejar Mimpi Bermain di DBL

Untuk mewujudkan mimpi tersebut, Alex harus menjalani program latihan dan perkembangan yang intensif. Tak hanya bersama sekolah, Alex juga menjalani proses tersebut di bawah bimbingan Gilbert.

“Setiap hari sampai malam dia latihan. Alex jarang di rumah. Hidupnya di lapangan,” tegas Pak Andy.

Kerja keras Alex dalam menggapai mimpinya juga diiringi dengan proses pemulihan dan penguatan tubuh yang ketat. Kebutuhan nutrisinya pun sangat diperhatikan oleh salah satu kakak perempuannya yang tinggal di Jombang.

Smada sendiri harus melalui jalur Waiting List untuk bisa berlaga di DBL East Java-North 2026. Sebelum dinyatakan lolos melalui jalur tersebut, Alex hanya memohon satu hal kepada kedua orang tuanya.

“Minta doa supaya bisa masuk DBL. Sampai gak bisa tidur anaknya karena kepikiran,” cerita Pak Andy.

Sebagai seorang ayah, Pak Andy juga berharap Alex terus berkembang seiring berjalannya waktu. Ia ingin sang anak tidak hanya berkompetisi di Jombang, tetapi juga mampu menghadapi tim-tim dari kota lain.

“Jangan cuma jago di kandang aja,” tutur Yuki.

Perjalanan Alex bersama Smada di DBL East Java-North 2026 sejauh ini masih menjadi sebuah permulaan. 

Dengan segudang pengalaman dan pembelajaran yang didapat di DBL Arena, ia siap untuk terus bertransformasi menjadi versi terbaik dari dirinya.

Tak kalah penting, Pak Andy dan seluruh keluarga juga akan selalu setia menemani Alex dalam setiap langkahnya. “Alex mau ke mana pun saya dukung. Mau ke ujung langit pun saya kawal terus!” tegasnya.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100 persen Indonesia”.

Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.