Teror The Baby Alien Kembali: Marc Marquez Siap Kudeta Trio Aprilia dari Puncak Klasemen
Febri Prasetyo August 17, 2026 09:35 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Persaingan menuju gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin memanas. Meski klasemen sementara masih dikuasai para pembalap Aprilia, ancaman dari Marc Marquez mulai terasa semakin nyata.

Saat ini tiga posisi teratas klasemen MotoGP 2026 ditempati oleh para pembalap yang menunggangi motor Aprilia.

Jorge Martin dan Marco Bezzecchi, yang membela tim pabrikan Aprilia Racing, berada di posisi pertama dan kedua.

Sementara itu, posisi ketiga dihuni Ai Ogura dari tim satelit Aprilia, Trackhouse. Jarak poin di antara ketiga pembalap tersebut pun masih relatif rapat, hanya terpaut 37 poin.

Namun, perhatian kini mulai tertuju kepada Marc Marquez. Pembalap Ducati Lenovo itu menempati posisi keempat dan terus memangkas jarak dari para rivalnya.

Marquez hanya terpaut tiga poin dari Ai Ogura di posisi ketiga, sementara jaraknya dengan puncak klasemen kini mencapai 40 poin.

Situasi ini membuat persaingan yang sebelumnya terlihat dikuasai Aprilia kembali terbuka lebar.

Padahal, Marc Marquez sempat berada dalam situasi sulit.

Ia pernah tertinggal hingga 102 poin dari Marco Bezzecchi.

Namun, performanya perlahan membaik dan ia berhasil mencatatkan tiga kemenangan dalam beberapa seri terakhir, termasuk di Hungaria, Ceko, dan Jerman.

Pengamat MotoGP kenamaan, Carlo Pernat, menilai kebangkitan Marquez tidak lepas dari proses adaptasinya setelah memulai musim dalam kondisi fisik yang belum sepenuhnya ideal akibat cedera.

"Pertama-tama, harus dikatakan bahwa dia mengalami cedera dan memulai musim dalam kondisi fisik yang kurang baik," kata Pernat, dikutip dari Motosan.

Menurut Pernat, Marc Marquez musim ini tampil dengan pendekatan yang berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.

Jika sebelumnya Marquez dikenal agresif dan rela mengambil risiko besar demi kemenangan, kini ia dinilai jauh lebih tenang dalam menentukan kapan harus menyerang dan kapan harus bermain aman.

"Dia bukan Marquez tahun lalu, dia balapan lebih hati-hati, bisa dimengerti. Tahun lalu, dia tidak peduli apa pun, dia hanya ingin menang. Dia akan jatuh, bangkit, dan menang," ujar Pernat.

Baca juga: 10 Sirkuit Penentu Marc Marquez Kejar Gelar Juara MotoGP 2026, Ada Aragon hingga Valencia

Marquez Bangkit, Aprilia Mulai Tertekan?

Pernat menilai persaingan gelar juara dunia sebenarnya baru kembali terbuka karena performa para pembalap Aprilia mengalami perubahan.

Saat Marquez tertinggal lebih dari 100 poin, peluangnya untuk kembali bersaing memang terlihat sangat kecil.

Namun, situasi berubah drastis setelah Marquez mampu menemukan kembali performa terbaiknya dan meraih tiga kemenangan dari empat seri sebelum jeda musim panas.

Di sisi lain, Pernat melihat mulai munculnya tekanan di kubu Aprilia. Khususnya setelah Marc Marquez semakin dekat dengan Jorge Martin dan Marco Bezzecchi di papan klasemen.

Pernat bahkan menyoroti kondisi psikologis Bezzecchi dan Martin yang kini harus menghadapi ancaman nyata dari Marquez.

"Bezzecchi bukanlah fenomena, mari kita perjelas itu. Meskipun begitu, tahun lalu dia fantastis," ujar Pernat.

"Di atas itu, ada juga Márquez. Kemudian apa yang terjadi di Balaton terjadi. Suasananya tidak sama seperti sebelumnya," katanya menambahkan.

"Saya tidak mengatakan bahwa Marco dan Jorge tidak saling berbicara. Tetapi tidak diragukan lagi bahwa ada sedikit kegugupan," lanjutnya.

Pernyataan Pernat seolah menggambarkan bahwa tekanan kini mulai berpindah ke kubu Aprilia. Jika sebelumnya mereka nyaman mendominasi papan atas, kehadiran Marc Marquez membuat situasi berubah.

Pernat Tetap Jagokan Marc Marquez

Meski Jorge Martin dan Marco Bezzecchi masih berada di atasnya, Carlo Pernat tetap menjagokan Marc Marquez dalam perburuan gelar juara dunia MotoGP 2026.

Bagi Pernat, kemampuan Marquez memangkas ketertinggalan dari 102 poin menjadi 40 poin menjadi bukti bahwa sang juara dunia delapan kali belum habis.

Lebih dari itu, Pernat menilai pengalaman dan kecerdasan Marquez dalam mengelola balapan menjadi keunggulan besar dibandingkan para rivalnya.

"Marc Marquez, karena dia telah bangkit kembali dari minus 102 poin dan karena alasan lain yang sangat sederhana," ujar Pernat.

"Dia tahu bagaimana mengelola berbagai situasi. Ketika dia tahu dia bisa meraih kemenangan, dia melakukannya. Ketika dia mengerti dia harus tenang, dia melakukannya, dia mendapatkan hasilnya dan terus maju."

"Dia tahu bagaimana melakukannya, tanpa ragu, dua kali lebih baik daripada Bezzecchi dan Martin," pungkas Pernat.

(Tribunnews.com/Giri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.