Peringati HUT ke-81 RI, Koalisi Mahasiswa UGM Gelar Aksi Refleksi 'Indonesia Belum Merdeka'
Muhammad Fatoni August 17, 2026 10:14 PM

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, koalisi mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar aksi di Bundaran UGM, Senin (17/8/2026).

Aksi tersebut dilakukan untuk menyuarakan kekecewaan dan keputusasaan mahasiswa sekaligus merefleksikan 81 tahun kemerdekaan RI.

Perwakilan aksi, Akhdan Lutfi, mengatakan Indonesia masih belum sepenuhnya merdeka.

Sebab anggaran pendidikan dinomorduakan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) justru membuat anak bangsa menjadi korban, hingga tanah dan sumber daya Indonesia dikeruk untuk segelintir elit.

Ia juga menyoroti soal pemborosan anggaran untuk program-program yang tidak tepat sasaran, seperti pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Tak hanya itu, ia juga menggarisbawahi soal kebebasan berekspresi.

Pasalnya, rakyat yang bersikap kritis justru dikriminalisasi. 

“Kemerdekaan sesungguhnya belum dirasakan. Di Aceh, masyarakat belum benar-benar pulih dari banjir, di Papua tanahnya dikeruk untuk food estate, di Kalimantan sumber daya alamnya dikeruk dengan masif dan ditinggalkan. Pada 17 Agustus 2026, mahasiswa dan masyarakat mengungkapkan rasa kekecewaan terhadap rezim sekarang,” katanya di Bundaran UGM, Senin (17/8/2026).

Baca juga: HUT ke-81 RI, Ini Refleksi Kemerdekaan Bagi Sejumlah Warga di Sleman 

Ia menyebut tidak ada tuntutan khusus dalam aksi tersebut.

Aksi yang dilakukan oleh koalisi mahasiswa UGM justru membuka ruang bagi mahasiswa dan masyarakat untuk menyuarakan keresahannya.

“Aksi hari ini tidak spesifik untuk memberikan tuntutan. Aksi ini menjadi luapan, deruan keputusasaan, deruan kekecewaan. Aksi ini untuk membuat kesadaran mahasiswa dan masyarakat bahwa kita belum betul-betul merdeka,” ujarnya.

Mahasiswa lainnya, Gabriel Jogodamai Warela, menambahkan aksi ini justru untuk merefleksikan kembali terkait makna kemerdekaan termasuk terkait program-program pemerintah yang irasional. 

“Kita harus merefleksikan ulang, mengkaji ulang apakah kita sudah benar-benar merdeka selama 81 tahun atau kita justru menderita. Kemudian merefleksikan kembali juga terkait dengan program-program pemerintah yang irasional,” imbuhnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.