POSBELITUNG.CO - BMKG mengimbau masyarakat pesisir serta pengguna jasa transportasi laut untuk meningkatkan kewaspadaan seiring maraknya gelombang tinggi di sejumlah perairan strategis Indonesia.
Kecepatan angin tertinggi terpantau dominan menyeberang di Selat Makassar, Laut Maluku, hingga Samudra Hindia.
BMKG menyarankan pihak perkapalan dan perahu nelayan berukuran kecil untuk mempertimbangkan penundaan aktivitas di laut demi keselamatan jiwa.
Baca juga: Kode Redeem FF 17 Agustus 2026 Terbaru: Cek Daftar Kode Garena & Cara Tukarnya di Sini
Berikut daftar wilayah perairan yang berpotensi diterjang gelombang tinggi 17–20 Agustus 2026.
BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi hingga 4 meter di sejumlah wilayah perairan Indonesia pada periode 17-20 Agustus 2026.
Peringatan tersebut disampaikan BMKG melalui akun Instagram resmi @infobmkg. Masyarakat yang melakukan aktivitas di wilayah pesisir dan perairan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi gelombang tinggi yang berpotensi membahayakan keselamatan.
BMKG menjelaskan, potensi gelombang tinggi dipengaruhi pola angin di wilayah Indonesia. Di bagian utara Indonesia, angin umumnya bergerak dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan sekitar 6-25 knot.
Sementara itu, angin di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari timur hingga tenggara dengan kecepatan 8-25 knot.
Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Makassar bagian selatan, Laut Maluku, Laut Arafuru, dan Samudra Pasifik utara Maluku.
Daftar Wilayah Berpotensi Gelombang 1,25-2,5 Meter
Gelombang dengan ketinggian 1,25-2,5 meter berpeluang terjadi di sejumlah wilayah perairan berikut:
Selat Karimata bagian selatan
Laut Jawa bagian barat
Laut Jawa bagian tengah
Laut Jawa bagian timur
Laut Bali
Laut Sumbawa
Selat Makassar bagian selatan
Laut Flores
Laut Banda
Laut Seram
Laut Maluku
Samudra Pasifik utara Maluku
Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya
Laut Arafuru bagian timur
Laut Arafuru bagian tengah
Laut Arafuru bagian barat
Laut Arafuru bagian utara
Daftar Wilayah Berpotensi Gelombang 2,5-4 Meter
Sementara gelombang yang lebih tinggi, yakni 2,5-4 meter, berpeluang terjadi di sejumlah wilayah perairan berikut:
Selat Malaka bagian utara
Samudra Hindia barat Aceh
Samudra Hindia barat Kepulauan Nias
Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai
Samudra Hindia barat Bengkulu
Samudra Hindia barat Lampung
Samudra Hindia selatan Banten
Samudra Hindia selatan Jawa Barat
Samudra Hindia selatan Jawa Tengah
Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta
Samudra Hindia selatan Jawa Timur
Samudra Hindia selatan Bali
Samudra Hindia selatan NTB
Samudra Hindia selatan NTT
BMKG mengimbau masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir maupun perairan untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan gelombang laut terbaru.
Nelayan, operator kapal penyeberangan, kapal barang, serta wisatawan yang berencana melakukan aktivitas di laut diminta meningkatkan kewaspadaan.
Gelombang tinggi dapat meningkatkan risiko terhadap keselamatan pelayaran, terutama bagi kapal atau perahu berukuran kecil.
Masyarakat juga disarankan mengikuti informasi resmi BMKG dan mempertimbangkan untuk menunda aktivitas di laut apabila kondisi cuaca memburuk atau gelombang mengalami peningkatan signifikan.
(Kompas/Bangkapos.com)