Kisah Habieb Danton Paskibra Beltim, Latihan Dua Bulan di Sekolah hingga Incar Kedinasan
Ardhina Trisila Sakti August 17, 2026 09:37 PM

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Suara sepatu PDL yang menghantam aspal terus terdengar sembari tangan dan kaki para remaja bergerak seirama. Mereka berjalan di bawah matahari yang terik, tepat di tengah-tengah halaman Kantor Bupati Belitung Timur, Desa Padang, Kecamatan Manggar. 

Dari sisi kanan barisan itulah kita bisa melihat seorang remaja, menarik napas dalam-dalam, lalu membelah kesunyian lapangan disertai komando yang lantang dan menggelegar.

Berbagai aba-aba ia lantunkan, seperti jalan di tempat, langkah tegak maju, hingga laporan pengibaran bendera kepada inspektur upacara. 

Pemuda itu adalah Muhammad Habieb Khairan (16). Siswa kelas 11 SMA Negeri 1 Manggar yang dipercaya mengemban amanah sebagai Komandan Ton (Danton) Paskibraka Beltim pada Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan ke-81 RI, Senin (17/8/2026).

Mengenakan seragam Pakaian Dinas Upacara (PDU) putih bersih, Habieb sukses mengomandoi 32 rekannya mengibarkan Sang Saka Merah Putih hingga membumbung gagah di puncak. 

Bagi Habieb, kesuksesan menjalankan tugas ini bukan sekadar pemenuhan tugas saja. Lebih dari itu, ini adalah perwujudan dari mimpi masa kecil yang terus ia pegang.

"Perasaan sih bangga. Dari kecil memang punya cita-cita ingin jadi Danton Paskibraka," ujar Habieb, Senin (17/8/2026).

Remaja kelahiran Manggar ini menceritakan bahwa motivasinya untuk menjadi pimpinan barisan telah membuatnya giat berlatih jauh sebelum seleksi tingkat kabupaten dimulai.

Ia selalu mengasah olah vokal, ketegasan komando, hingga ketepatan langkah kaki di sekolahnya sendiri.

"Persiapannya kami ada latihan khusus di sekolah. Jadi memang sengaja latihan terus di sekolah supaya bisa terpilih jadi Danton," ucapnya.

Latihan mandiri di SMAN 1 Manggar tersebut ia jalani selama kurang lebih dua bulan sebelum akhirnya masuk dalam pemusatan latihan resmi Paskibra Belitung Timur.

Menariknya, kesempatan bertugas di tingkat kabupaten ini merupakan pengalaman pertama bagi Habieb terjun di dunia Paskibra.

"Ini pertama kali jadi Paskibra, sebelumnya belum pernah ikutan sama sekali," ungkapnya. 

Meski pemula, ketekunan dan kedisiplinannya selama karantina membuat tim pelatih tak ragu mempercayakan posisi Danton kepada Habieb. 

Pemusatan latihan intensif bersama rekan-rekan setim, kata Habieb, meninggalkan kesan yang sangat mendalam. 

Kebersamaan yang terjalin erat, baik suka maupun duka, menumbuhkan rasa kekeluargaan yang kuat di antara mereka.

"Kesan-kesannya seru sekali. Tapi ada sedihnya juga karena sebentar lagi harus berpisah dengan teman-teman. Rasanya sudah dekat sekali dan sangat kompak," ujarnya. 

Adapun pengalaman berharga menjadi Danton Paskibra Beltim 2026 ini kian memantapkan tekad Habieb untuk mengejar masa depannya.

Latihan fisik dan mental selama karantina menjadikan Habieb semakin mantap untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah kedinasan pasca lulus SMA nanti.

"Harapannya dari pengalaman Paskibra ini ingin bisa lanjut masuk ke sekolah-sekolah kedinasan," katanya. 

Tak lupa, Habieb memberikan motivasi bagi seluruh generasi muda di Belitung Timur agar tidak ragu bermimpi besar.

"Untuk anak-anak muda di Belitung Timur tetap semangat, jangan pernah menyerah, dan gantungkan cita-cita setinggi langit," katanya.

(Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.