Gempa M7,7 NTT Telan 53 Korban Jiwa, 2.403 Rumah Rusak, 5.659 Warga Mengungsi
M Zulkodri August 17, 2026 09:37 PM

 

POSBELITUNG.CO--Pendataan korban dan kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus dilakukan petugas gabungan.

Berdasarkan data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Minggu (16/8/2026) pukul 16.00 WIB, sebanyak 53 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut. Selain itu, 137 orang mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan korban meninggal tersebar di sejumlah kabupaten di NTT.

"Sebaran korban tersebut teridentifikasi di Kabupaten Manggarai 25 orang, Manggarai Timur 20 orang, Sikka 4 orang, Manggarai Barat 1 orang, Nagekeo 1 orang dan Ende 2 orang," kata Berton dalam keterangan resminya.

Para korban luka saat ini menjalani perawatan di fasilitas kesehatan terdekat maupun fasilitas kesehatan darurat yang disiapkan di wilayah terdampak.

Ribuan Rumah Rusak

Gempa M7,7 juga menyebabkan kerusakan parah pada permukiman dan sejumlah fasilitas umum.

BNPB mencatat sebanyak 1.543 rumah mengalami rusak berat, 328 rumah rusak sedang, dan 532 rumah lainnya mengalami rusak ringan.

Kerusakan juga terjadi pada fasilitas publik. Sebanyak 87 fasilitas pendidikan, 50 tempat ibadah, dan 76 kantor pemerintahan dilaporkan terdampak gempa.

Pendataan terhadap warga yang mengungsi masih terus dilakukan.

Hingga Minggu (16/8), tercatat 5.488 warga mengungsi secara terpusat, sementara 171 orang lainnya mengungsi secara mandiri.

Kondisi di wilayah terdampak juga masih diwarnai gempa susulan. BNPB mencatat sebanyak 995 gempa susulan telah terjadi, dengan 46 gempa di antaranya dirasakan oleh masyarakat.

Pemerintah Fokus Cari dan Selamatkan Korban

Pemerintah mempercepat penanganan darurat dengan mengerahkan personel dan sumber daya ke sejumlah wilayah terdampak.

Kepala BNPB bersama jajaran pemerintah telah berada di lokasi untuk mendukung proses penanganan bencana.

Fokus utama saat ini adalah pencarian dan pertolongan terhadap korban serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi.

Bantuan logistik juga terus disalurkan melalui jalur darat dan udara.

Paket bantuan dari pemerintah pusat yang dikirim melalui Posko Logistik Nasional di Bandara Halim Perdanakusuma telah tiba di Maumere dan Labuan Bajo pada Minggu (16/8).

Secara keseluruhan, sebanyak 4.925 paket bantuan telah disalurkan ke sejumlah daerah terdampak.

Rinciannya, Kabupaten Manggarai Barat menerima 550 paket, Kabupaten Manggarai 1.000 paket, Manggarai Timur 550 paket, Ngada 550 paket, Nagekeo 550 paket, Sikka 1.000 paket, dan Ende 725 paket.

Posko Penanganan Darurat Diperkuat

Untuk memperkuat koordinasi penanganan bencana, BNPB telah mengaktifkan Pos Pendampingan Nasional (Pospenas) yang berpusat di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Pospenas bertugas membantu mengoordinasikan berbagai upaya penanganan darurat gempa M7,7 di NTT, termasuk distribusi bantuan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak.

Selain itu, posko taktis akan diaktifkan di Maumere untuk memperkuat koordinasi penanganan di wilayah terdampak.

Dengan masih berlangsungnya pendataan dan aktivitas gempa susulan, petugas gabungan terus melakukan pencarian korban, penanganan warga yang terluka, serta pemantauan kondisi bangunan dan fasilitas umum.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat terdampak untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.