Pesan Uskup Tanjungkarang di HUT RI ke-81, Singgung soal Kemiskinan dan Kerusakan Alam
Yonatan Krisna August 17, 2026 09:44 PM

TRIBUNWOW.COM - Merdeka berarti mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, serta makmur.

Cita-cita tersebut berakar kuat dalam Pembukaan UUD 1945. Bangsa Indonesia kaya akan potensi sumber daya manusia dan alam.

Kedaulatan berarti menguasai seluruh potensi untuk kesejahteraan bersama rakyat. Inilah makna kemerdekaan yang sejati. 

Demikian dikemukakan Uskup Tanjungkarang, Mgr Vinsensius Setiawan Triatmojo, dalam amanatnya saat menjadi inspektur upacara HUT ke-81 RI, di Asilo Hermelink, Bandar Lampung, Senin, 17 Agustus 2026.

Dikutip dari laman resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, peringatan HUT ke-81 RI tahun 2026 mengusung tema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur", yang dirancang secara kolaboratif dengan melibatkan kementerian, lembaga, serta partisipasi aktif masyarakat.

Tema ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa mengenai tujuan utama NKRI yang kini memasuki usia 81 tahun, yaitu mewujudkan negara yang mandiri, berkeadilan, dan menyejahterakan seluruh rakyatnya.

Baca juga: Alasan Megawati Tak Hadir Upacara HUT ke-81 RI di Istana, Pimpin Upacara di Sekolah Partai

 "Kesejahteraan baru tercapai jika warga paling miskin menjadi prioritas," tegas Uskup Vinsensius yang merupakan pemegang tampuk pimpinan tertinggi di wilayah Keuskupan Tanjungkarang, Lampung.

Sekitar 150 peserta dari pelbagai elemen masyarakat hadir mengikuti upacara. Suasana penuh khidmat mewarnai kompleks Asilo Hermelink di Rajabasa. 

Dalam amanatnya, Uskup yang menggembalakan 74 ribu umat Katolik se-Lampung ini mengajak umat peduli tentang  pentingnya aspek pendidikan bagi bangsa. Ia menegaskan, orang yang mencintai tanah air wajib ikut mencerdaskan kehidupan bangsa. 

“Pendidikan harus menjadi prioritas utama demi kemajuan seluruh anak bangsa,” ujarnya seraya menegaskan agar kepentingan umum selalu mendahului kepentingan golongan.

Merawat Bumi

Menurut Uskup yang akrab disapa Mgr Avien, panggilan kemerdekaan ini sangat mendesak di tengah tantangan zaman. Ia pun mengajak warga membangun kehidupan bersama. 

Ia mengungkapkan, pembangunan dapat dimulai dari lingkup unit terkecil dalam masyarakat.

Kesadaran akan kelestarian lingkungan hidup juga wajib terus ditingkatkan. 

Kerusakan alam terjadi akibat kurangnya rasa memiliki atas bumi bersama. 

"Banyak kerusakan alam yang terjadi karena kesalahan kita sendiri yang kurang memperlihatkan bahwa dunia yang kita tinggali bersama adalah milik bersama, yang harus kita jaga kelestariannya secara bersama-sama," ungkap Mgr Vinsensius. 

Baca juga: Curi Perhatian di Istana! Kucing Prabowo Ikut Upacara HUT ke-81 RI Berbusana Merah Putih

Di atas segalanya, lanjut Uskup, penghargaan terhadap martabat manusia adalah prioritas utama. 

Semua manusia diciptakan mulia sebagai gambaran Allah sendiri. Oleh karena itu, seluruh manusia dipanggil dalam ikatan persaudaraan.

"Panggilan kemerdekaan ini sangat mendesak. Banyak kerusakan alam terjadi karena kita kurang menyadari bahwa dunia ini milik bersama yang harus dijaga kelestariannya. Atas semuanya itu, yang paling penting adalah martabat manusia dan persaudaraan sejati," ujarnya. 

Pusat Ekologi dan Iman

Untuk diketahui, Asilo Hermelink berdiri di atas lahan 2,5 hektar milik keuskupan. Kata "Asilo" berasal dari bahasa Latin yang berarti tempat perlindungan.

Nama "Hermelink" merujuk pada Mgr Albertus Hermelink Gentiaras SCJ.

Ia adalah uskup pertama sekaligus pimpinan misi Katolik di Lampung. Pada 19 Juli 2025, Mgr Vinsensius meresmikannya sebagai pusat kegiatan.

Kini kompleks tersebut bertransformasi menjadi hub pelayanan sosial multifungsi.

Kawasan ini menaungi Laudato Si Centre sebagai pusat gerakan ekologis. 

Terdapat pula fasilitas camping ground, jogging track, dan ruang terbuka hijau. Selain itu, ada Campus Ministry, sanggar seni, hingga dapur umum.

Umat belajar menjaga alam ciptaan Tuhan secara tindakan nyata. Nilai iman dan kelestarian lingkungan dapat tumbuh selaras di sini. Asilo Hermelink menjadi wadah pembaruan spiritual yang sejuk. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.