Harmoni dalam Keberagaman: Santri Ash-Shalihin Gowa dan Siswa Elim Makassar di HUT ke-81 RI
Hasriyani Latif August 17, 2026 10:22 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Lagu Satu Nusa Satu Bangsa mengalun dari halaman Sekolah Kristen Elim, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, Senin (17/8/2026). 

Di antara suara yang berpadu, ada santri Pondok Pesantren Ash-Shalihin Gowa merayakan kemerdekaan dalam satu panggung.

Momen tersebut bukan sekadar perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia. 

Ada pesan tentang kebersamaan yang terasa kuat bahwa perbedaan agama, suku, latar belakang tidak selalu harus ada jarak.

Tidak ada sekat yang tampak. Yang hadir adalah anak-anak muda yang sama-sama tumbuh sebagai bagian dari Indonesia.

Dengan seragam putih dan jilbab putih, para santri Ash-Shalihin berdiri bersama siswa-siswi Sekolah Kristen Elim.

Momen kebersamaan itu mendapat apresiasi dari Ketua Yayasan Perguruan Kristen Toraja (YPKT), Pnt Mesakh Raymond Rantepadang yang hadir bersama jajaran pengurus Yayasan Ash-Shalihin.

Menurut Mesakh, kebersamaan semacam ini penting untuk terus dirawat. 

Baca juga: Sekolah Elim Makassar dan Ponpes Ash-Shalihin Pererat Kerukunan Lewat Dialog Lintas Agama

Kolaborasi antarsiswa dari latar belakang yang berbeda merupakan salah satu cara sederhana untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

"Saya berharap kolaborasi ini terus menjadi harapan agar kehidupan harmoni terus terjaga sebagai sesama generasi bangsa," kata Mesakh.

Indonesia lahir dari keberagaman. 

Perbedaan tidak harus menjadi alasan untuk saling menjauh. 

Sebaliknya, perbedaan dapat menjadi ruang untuk mengenal, menghargai, dan belajar hidup berdampingan. 

Pertemuan antara Sekolah Kristen Elim dan Pondok Pesantren Ash-Shalihin bukan kali pertama. 

Dua lembaga pendidikan dengan latar belakang agama berbeda tersebut telah beberapa kali membangun kebersamaan melalui berbagai kesempatan.

Setiap pertemuan menjadi ruang bagi siswa dan santri untuk saling mengenal sekaligus menumbuhkan rasa persaudaraan sebagai sesama anak bangsa.

Mesakh berharap rangkaian kebersamaan terus hadir di masa-masa mendatang, melalui berbagai kegiatan dan kolaborasi yang mempertemukan generasi muda dari kedua lembaga.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.