Viral Oknum Aparat di Ambon Katai Mahasiswa "Monyet" Usai Upacara HUT RI ke-81
Ode Alfin Risanto August 17, 2026 09:52 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Video yang memperlihatkan seorang oknum aparat diduga mengatai seorang mahasiswa dengan sebutan "monyet" viral di media sosial usai Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Merdeka Ambon, Senin (17/8/2026).

Mahasiswa yang menjadi korban dalam video tersebut diketahui bernama Wili Ropena. 

Saat itu, ia berupaya menyerahkan surat dari Tua Adat Negeri Manusela kepada Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa.

Baca juga: Diselipkan dalam Bambu, Ini Isi Surat Raja Tanah Manusela untuk Gubernur Maluku

Baca juga: Sebanyak 72 Warga Binaan Rutan Kelas IIB Masohi Terima Pengurangan Masa Tahanan

Namun, langkah Wili untuk mendekati gubernur terus dihalangi sejumlah petugas keamanan. 

Dalam rekaman yang beredar, ia tampak didorong beberapa kali ketika berusaha menyampaikan surat yang membawa aspirasi masyarakat pegunungan Pulau Seram.

Di tengah situasi tersebut, seorang pria berbadan kekar yang diduga merupakan oknum aparat terdengar melontarkan kata "monyet" kepada Wili.

Tak terima dengan ucapan itu, Wili langsung mempertanyakan alasan dirinya dihina. 

Namun, pertanyaannya tidak direspons oleh oknum aparat tersebut.

Video berdurasi singkat itu kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu beragam tanggapan dari warganet.

Berawal dari Upaya Menyampaikan Surat Adat

Peristiwa itu terjadi sesaat setelah Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Merdeka Ambon berakhir sekitar pukul 11.00 WIT.

Ketika Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa meninggalkan lapangan, lima orang yang terdiri dari empat laki-laki dan seorang perempuan mencoba mendekati rombongan gubernur untuk menyampaikan aspirasi.

Mereka membawa dua lembar poster berwarna merah serta satu ruas bambu yang dililit kain merah.

Menurut mereka, bambu tersebut berisi surat dari Raja Tanah Manusela, Sepnat Amanukuany, yang ditujukan kepada Pemerintah Provinsi Maluku.

Namun, mereka tidak sempat bertemu langsung dengan gubernur.

Surat tersebut akhirnya diterima petugas dan diserahkan kepada Juru Bicara Pemerintah Provinsi Maluku, Kasrul Selang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.