Jumlah penduduk lansia itu akan semakin besar proporsinya, dan itu mau tidak mau harus kita antisipasi

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN merayakan HUT kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia (RI) bersama para lanjut usia (lansia) sebagai salah satu upaya untuk menangani fenomena aging population atau penduduk usia menua.

"Secara spesial kita menghadirkan para lansia untuk ikut serta merayakan kemerdekaan yang ke-81, dengan tujuan agar mereka yang berusia lanjut itu juga merasakan kemeriahan, sekaligus tidak kehilangan momentum bersama anak muda, terutama generasi Z dan generasi Alpha," kata Sekretaris Kemendukbangga/Sekretaris Utama BKKBN Budi Setiyono di Jakarta, Senin.

Kemendukbangga/BKKBN juga memperingatkan terkait kondisi lansia di Indonesia yang saat ini proporsinya semakin besar, sehingga penting untuk mempertahankan mereka agar tetap produktif di usia tua.

"Jumlah penduduk lansia itu akan semakin besar proporsinya, dan itu mau tidak mau harus kita antisipasi. Jangan sampai terlambat mengantisipasi sehingga kejadian-kejadian seperti di negara yang sudah terlebih dahulu aging population itu kita akan alami," ujar dia.

Perayaan kemerdekaan di Kemendukbangga/BKKBN menghadirkan lansia juga sebagai sarana untuk mentransfer ilmu pengetahuan dari mereka pada generasi muda.

"Mereka (generasi Z atau Alpha) saat awal-awal kemerdekaan itu dirayakan atau diproklamirkan kan tidak langsung menyaksikan atau tidak tahu kejadiannya, sehingga ada transfer knowledge (pengetahuan) dan pengalaman dari generasi yang lama, generasi yang sudah tua, kepada generasi muda," paparnya.

Oleh karena itu, Budi menegaskan, antisipasi aging population perlu dilakukan untuk mencegah efek negatif dari fenomena tersebut.

Kemendukbangga/BKKBN memiliki berbagai program untuk meningkatkan produktivitas lansia guna menghadapi aging population, di antaranya Sekolah Lansia, Lansia Entrepreneur, dan Kartu Lansia untuk mempertahankan mereka tetap produktif meski di usia senja.

Hal tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah untuk meraih bonus demografi 2045. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 16 provinsi sudah masuk kategori aging population, dipimpin oleh DI Yogyakarta (17,83 persen), Jawa Timur (15,45 persen), dan Bali (15,07 persen).