Ibu-Ibu di Jambi Lomba Makan Kerupuk Pakai Nasi dan Lauk Pauk
Mareza Sutan AJ August 17, 2026 10:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 selalu diramaikan dengan berbagai perlombaan yang digelar masyarakat.

Salah satu perlombaan unik digelar warga Perumahan Villa Kenali, Mayang Mangurai, Kota Jambi.

Lomba makan kerupuk kali ini menarik perhatian karena memiliki aturan yang berbeda dari biasanya.

Jika umumnya peserta hanya berlomba menghabiskan kerupuk yang digantung pada tali, kali ini para peserta harus menyantap kerupuk sambil memegang piring berisi nasi dan lauk pauk.

Perlombaan tersebut diikuti para ibu-ibu warga setempat pada Minggu (16/8/2026) sore.

Para peserta terlihat antusias mengikuti perlombaan dengan mengenakan pakaian bernuansa merah putih.

Sementara itu, sejumlah bendera merah putih menghiasi jalan di kawasan perumahan tempat perlombaan berlangsung.

Aturan lomba pun cukup menantang.

Peserta harus menggigit kerupuk putih yang digantung tanpa menggunakan tangan.

Tak sampai di sana, peserta juga harus memakannya bersama nasi dan lauk yang ada di piring masing-masing.

Aksi para peserta mengundang gelak tawa warga.

Berbagai ekspresi lucu terlihat ketika para ibu berusaha menggigit kerupuk sekaligus menyantap nasi dan lauk.

Kemeriahan tersebut menunjukkan bahwa tradisi lomba 17 Agustus masih menjadi hiburan yang diminati masyarakat.

Selain sebagai hiburan, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi warga untuk berkumpul dan mempererat silaturahmi serta kekompakan di lingkungan tempat tinggal.

Ketua RT 21 Villa Kenali, Jefri, mengatakan kegiatan perlombaan tersebut menjadi salah satu kegiatan positif dalam mengisi perayaan kemerdekaan.

Menurutnya, antusiasme warga cukup tinggi.

Hal itu terlihat dari banyaknya warga yang hadir dan ikut memeriahkan berbagai perlombaan yang digelar panitia.

"Terimakasih atas kekompakan warga yang ikut memeriahkan lomba," katanya.

Jefri menjelaskan, kegiatan tersebut sepenuhnya berasal dari warga dan diperuntukkan bagi warga.

Sementara biaya pelaksanaan diperoleh dari sumbangan sukarela masyarakat.

"Panitia keliling ke rumah warga minta sumbangan, disambut baik oleh warga, sedikit demi sedikit dikumpul kan alhamdulillah jadi banyak juga," katanya.

(Tribunjambi.com/Sopianto)

 

Baca juga: Petaka Besi Tombak Kelapa dalam Kebun di Tanjabtim dan Vonis 18 Tahun Penjara

Baca juga: Pengadilan Tinggi Jambi Tetap Hukum Eks Polisi Waldi Penjara Seumur Hidup

Baca juga: Skema Kelola Gema Talbia sehingga Jemaah Umrah Jambi Telantar di Arab Saudi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.