Lemang dan Warna Warni Kemerdekaan, Cara Warga Percut Seituan Merawat Tradisi HUT RI ke 81
Ayu Prasandi August 17, 2026 10:27 PM

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Jika sebagian masyarakat Sumut enggan merayakan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-81, berbeda halnya dengan warga Lingkungan 9  Kelurahan Kenanga Baru, Kecamatan Percut Sei Tuan. 

Pantauan Tribun Medan, Senin (17/8/2026),  sepanjang Lingkungan 9 ini sudah dihiasi berbagai ornamen HUT RI Ke 81 ini. 

Hiasan bendera merah putih ini pun berbeda-beda, ada yang berukuran kecil, ada pula yang berukuran besar terpajang di sisi-sisi lingkungan 9. 

Bahkan ada yang memasang foto tokoh pahlawan, kabinet Indonesia, peta Indonesia dan Sumatera hingga surat Proklamasi. 

Selan itu, di pintu masuk setiap  area lingkungan 9 ini berbagai macam. Ada yang membuat gapura rumah adat minang dan lain-lain. Kemudian, ada juga spot foto selfie untuk masyarakat yang hendak berkunjung ke sini.

Misalnya saja Jalan Puyuh 15 Lingkungan 9 ini, dari pagar rumah warga ke rumah warga  lainnya sudah dipenuhi bendera merah putih.

Pintu gapuranya dipasang ornamen Rumah adat. Di antar bendera tersebut dipasang juga bendera-bendera kecil yang mengingatkan kita pada hari Kemerdekaan di zaman dulu. 

Bukan hanya itu, dibagian tengah dihias dengan karpet merah, dan foto tokoh perjuangan. Ini menjadi foto favorite masyarakat setempat.

Selain menghiasi lingkungan, mereka juga mengadakan perlombaan bakar lemang yang telah diadakan, Minggu (16/7/2026).

Tujuan dari bakar lemang ini, untuk membangun kekompakan antar masyarakat yang sudah berkurang.

Kegiatan bakar lemang ini berjalan mulai pukul 20.00-23.00 WIB. kegiatan ini pundisambut antusias masyarakat.

Menurut warga setempat Iwan Aswari (48) kegiatan menghiasi lingkungan ini merupakan kegiatan rutin setiap tahunnya.

Dikatakannya,kegiatan menghias lingkungan ini merupakan kegiatan yang berasal dari swadaya masyarakat untuk memeriahkan HUT RI setiap tahunnya.

Dijelaskannya, untuk Jalan Puyuh 15 ini, pihaknya mengambil tema Kemerdekaan  tahun 45.

"Tema yang kita ambil ini biar agak natural, kita ambil dengan bambu-bambu, dengan kesederhanaan. Jadi dengan seperti zaman-zaman '45 dulu. Jadi ya agak-agak natural-lah ini," jelasnya. 

Menurutnya, seluruh pendanaan lomba berasal dari antar warga. Tidak ada unsur pemerintah yang terlibat.

"Jadi dengan dana dari warga ini sendiri untuk menyediakan, memfasilitasi acara kita ini.  Tujuan hiasan yang kita adakan di jalan Puyuh 15 ini untuk  mengenalkan dan mengedukask  kepada adik-adik  atau masyarakat. Karena bannyak dari mereka yang kurang pengetahuan tentang Indonesia," ucapnya.

Menurutnya, sejauh ini sebagai masyarakat Indonesia ia sudah merasa sedikit  merdeka. 

"Kalau merasa merdeka, ya ada rasa kebebasan sedikit. Tetapi tetaplah kita itu dengan kondisi kita sekarang ini, dengan perekonomian atau apa kan masih serbaterbatas. Ya contohnya kita saja mengadakan lingkungan ini dengan swadaya masing-masing. Bukan hasil atau pemberian dari pemerintah. Kita patungan antarwarga memberikan,"tuturnya.

Untuk perlombaan bakar lemang, itu baru pertama kali diadakan pihaknya.

"Kita kan perlombaan kita sebenarnya bukan untuk acara buat lemang saja. Tapi banyak, mulai menghias lingkungan, tarik tambang, sepak bola, sepeda hias,  dan  pawai. Jadi yang kita lakukan itu hanya untuk memeriahkan masyarakat ini supaya ada kekompakan,"ucapnya.

Total gang yang ikut kegiatan bakar lemang ada 5 kelompok. Untuk penilaian lemang diserahkan ke Kepling

"Ada lima lemang yang dimasak, yang diserahkan dari panitia. Jadi satu kita serahkan ke panitia, empatnya itu kita makan ramai-ramai dengan warga.

Disinggung alasan mereka lebih memilih mengadakan lomba memasang lemang karena bahan yang lebih mudah di dapat.

"Karena tidak ada  lain dari yang lain. Nah, itu. Jadi yang lain kan tidak pernah melakukan lomba masak lemang. sedangkan masak lemang itu kan bukan waktu untuk 1 jam 2 jam. Jadi kan dengan waktu 1 sampai 4 jam itu kita bisa berkumpul, dengan suasana musik, dengan minum kopi, bercengkerama, seperti itu. Jadi kekompakan itu jadi bertambah,"ucapnya.

Sementara itu, Kepling 9 Said Salman mengatakan, ini adalah tahun ke lima masyarakatnya mengadakan lomba hias lingkungan.

"Ya alhamdulillah, ini tahun kelima kita melaksanakan kegiatan. Dari awal kita buat, awalnya itu cuma 3 gang yang mengikuti. Tahun berikutnya bertambah, bertambah, dan tahun semalam itu 8 gang. Alhamdulillah hari ini puncaknya ini 14 gang dari kami punya 15 gang yang mengikuti kegiatan lomba menghias dan kebersihan gang,"jelasnya. 

Menurutnya, kegiatan hias menghias dan bakar lemang ini hanya diikuti antar gang di Lingkungan 9 saja.

"Itu masing-masing antargang perlombaannya. Dan tujuan kita untuk tetap membangun silaturahmi sesama warga,"ucapnya.

Menurutnya, saat ini sudah banyak warga yang enggak keluar rumah untuk mengobrol sesama tetangganya.

"Dan hari ini kita melaksanakan kegiatan ini, mereka begadang itu yang enggak pernah keluar dari rumah bisa keluar, bahkan begadang sampai jam 2, jam 3 pagi untuk sama-sama menghias dan mempercantik gangnya masing-masing. Intinya kita ingin memperkuat silaturahmi,"ucapnya.

Dijelaskannya, kegiatan ini hanya untuk membangun hubungan baik antar sesama tetangga.

"Iya. Intinya dalam sebuah kompetisi pasti ada menang dan kalah. Itu tetap moto kita, dalam sebuah kompetisi ada yang menang, ada yang kalah, tapi kita semua tetap tertawa. Itulah tonggak silaturahim warga sesama Lingkungan 9 Puyuh," ucapnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah mengadakan kegiatan ini

"Ya, alhamdulillah juga kami sampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Lingkungan 9 Puyuh yang juga telah memberikan bantuan, respons, baik moril maupun materiel. Karena pastinya kegiatan ini tidak akan pernah bisa terlaksana tanpa respons masyarakat,"tutupnya. 

(Cr5/tribun-medan.com)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.