Daftar Pemenang Lomba Bidar di Sungai Musi Palembang Ramaikan HUT RI ke-81
Refly Permana August 17, 2026 10:27 PM

 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Perahu Bidar milik Daud dari Kecamatan Pemulutan yang mewakili Kabupaten Ogan Ilir (OI) berhasil menjadi yang tercepat dan keluar sebagai juara pertama Lomba Perahu Bidar Tradisional di Sungai Musi, Palembang, Senin (17/8/2026). 

Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI.

Persaingan sengit terjadi sejak babak awal hingga perebutan posisi teratas. 

Yahya, warga Pemulutan yang menyaksikan perlombaan hingga selesai, mengatakan empat bidar yang tampil di babak final memang kerap bersaing memperebutkan gelar juara.

"Empat bidar ini Bidar Daud, Jamid, Ardi CS, dan Jaka. Tiap tahun berganti-gantian menjadi juara. Tahun kemarin Jaka, bidar dari Palembang. Nah, tahun ini Bidar Daud dari Pemulutan juara satu," katanya.

Selain persaingan di lintasan, kemeriahan lomba bidar tahun ini sama seperti tahun kemarin, terlihat dari padatnya perairan Sungai Musi.

Pantauan Sripoku.com, saat para pendayung memacu bidar menuju garis finis, perahu ketek, jukung hingga speedboat milik warga ikut bergerak mengikuti jalannya perlombaan dari sisi lintasan.

Sungai Musi pun seketika berubah menjadi arena pacu sekaligus lautan perahu penonton.

Sorak-sorai terdengar dari atas perahu yang mengiringi laju para pendayung. 

Sebagian penonton berusaha mendekati lintasan agar bisa melihat lebih jelas saat bidar melesat menuju garis finis.

Kondisi tersebut membuat petugas harus bekerja ekstra melakukan penertiban di tengah Sungai Musi.

Petugas mengarahkan perahu-perahu penonton agar tetap berada di luar lintasan pacu dan menjaga jarak aman dari bidar peserta yang melaju dengan kecepatan tinggi.

Sesekali, perahu penonton terlihat mengurangi kecepatan dan bergeser menjauh ketika bidar peserta melintas.

Pengaturan tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya tabrakan sekaligus memastikan perlombaan berlangsung aman hingga garis finis.

Pemandangan ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri dalam perayaan HUT ke-81 RI di Palembang. 

Sungai Musi yang sehari-hari menjadi jalur aktivitas warga berubah menjadi arena perlombaan yang dipenuhi perahu penonton.

Di sisi daratan, ribuan warga memadati kawasan Plaza 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang.

Warga datang sejak pagi bersama keluarga untuk menyaksikan langsung tradisi lomba bidar yang menjadi salah satu agenda khas perayaan HUT Kemerdekaan di Kota Palembang.

Tahun ini, pusat kemeriahan lomba bidar dipindahkan ke Plaza 7 Ulu karena kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) masih dalam tahap perbaikan.

Perpindahan lokasi tersebut tidak menyurutkan antusiasme masyarakat. Sejumlah titik di sekitar Plaza 7 Ulu, Plaza 10 Ulu hingga kawasan bawah Jembatan Ampera justru dipenuhi warga.

Sebagian penonton memilih berteduh di bawah kawasan Plaza Restoran Kampung Kapitan untuk menghindari teriknya matahari sambil tetap menyaksikan jalannya perlombaan.

Andi (38), warga 10 Ulu, sengaja mengajak anaknya datang untuk melihat lomba bidar.

"Ya, aku mengajak anak untuk menonton bidar. Tahun ini sepertinya lebih ramai dari tahun lalu. Mungkin karena BKB ditutup," ujarnya.

Padatnya pengunjung juga berdampak pada arus kendaraan. 

Sejumlah warga yang datang menggunakan kendaraan harus mencari lokasi parkir di sekitar kawasan perlombaan.

Lomba Bidar Tradisional tahun ini diikuti 12 peserta dari berbagai daerah. Setelah melewati babak penyisihan, empat bidar terbaik melaju ke babak final untuk memperebutkan posisi teratas.

Baca juga: Nonton Lomba Perahu Bidar dari Jembatan Musi VI, Sebabkan Jalan Macet Hingga Sampah Berserakan

Perahu Hias Jadi Tontonan

Kemeriahan HUT ke-81 RI di Sungai Musi tidak hanya diisi adu kecepatan bidar.

Sejumlah perahu hias turut melintas di sekitar Plaza 7 Ulu. 

Kehadiran perahu-perahu tersebut mempercantik suasana sekaligus menambah daya tarik bagi warga yang memadati tepian Sungai Musi.

Lilis (19), warga Sungai Borang, memilih menyaksikan perlombaan dari atas perahu ketek bersama keluarga besarnya.

Mereka sengaja merapat ke kawasan Plaza 7 Ulu agar dapat melihat langsung para pendayung yang berpacu di tengah Sungai Musi.

"Lebih enak melihat dari atas ketek, bisa dekat dan kelihatan jelas bidarnya," katanya.

UMKM Kecipratan Rezeki

Keramaian lomba bidar juga menjadi berkah bagi pelaku UMKM.

Lapak makanan dan minuman di sekitar Plaza 7 Ulu tampak ramai didatangi pengunjung. 

Para pedagang memanfaatkan tingginya jumlah warga yang datang untuk berjualan selama rangkaian perlombaan berlangsung.

Lomba Perahu Bidar Tradisional Palembang tahun ini semakin mendapat perhatian setelah masuk dalam jajaran Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang ditetapkan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Tahun ini, sebanyak 12 tim perahu bidar utama dan 17 peserta Parade Perahu Motor Hias ikut memeriahkan agenda di Sungai Musi.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, festival tersebut bukan sekadar kompetisi olahraga air, tetapi juga bagian dari upaya merawat warisan sejarah dan identitas masyarakat Palembang.

Menurutnya, lomba bidar menjadi momentum untuk menjaga ingatan kolektif masyarakat terhadap sejarah Sungai Musi sekaligus memperkuat kebanggaan terhadap budaya daerah.

Pelestarian budaya, kata Ratu Dewa, juga harus berjalan seiring dengan pengembangan pariwisata dan penguatan ekonomi masyarakat.

Dengan demikian, wisatawan yang datang ke Palembang tidak hanya menikmati ikon Jembatan Ampera, tetapi juga dapat melihat langsung tradisi dan budaya yang masih hidup di sepanjang Sungai Musi.

Pelaksanaan festival tersebut turut memberi dampak bagi pelaku UMKM, ekonomi kreatif, kuliner khas hingga komunitas seni lokal.

Ratu Dewa mengibaratkan kekompakan puluhan pendayung dalam satu bidar sebagai gambaran semangat gotong royong dalam membangun Kota Palembang.

Daftar Pemenang

Selain juara utama, panitia juga menetapkan pemenang kategori juara harapan.

  • Juara I diraih Bidar Ogan Ilir milik Daud dari Pemulutan,
  • juara II Sinar Permate Lahat milik Ardi CS,
  • juara III diraih PMPB Sumsel melalui Bidar Jamid.

Untuk kategori juara harapan:

  • Harapan I diraih Dinas Perhubungan Kota Palembang,
  • Harapan II Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), dan
  • Harapan III Perumda Tirta Musi Palembang.

Masing-masing pemenang mendapatkan hadiah uang tunai. 

  • Juara I memperoleh Rp25.000.000,
  • juara II Rp22.500.000,
  • juara III Rp20.000.000,
  • Harapan I Rp17.500.000,
  • Harapan II Rp15.000.000, dan
  • Harapan III Rp12.500.000.

Baca juga: HUT Ke-81 RI, Pemkot Pagar Alam Salurkan Beasiswa Rp300 Juta untuk Siswa Berprestasi

Sementara pada lomba perahu motor hias, Perumda Tirta Musi Palembang keluar sebagai pemenang dan mendapatkan hadiah uang tunai Rp7.500.000.

Puncak Lomba Bidar Tradisional HUT ke-81 RI yang turut dihadiri Wali Kota Palembang Ratu Dewa tersebut berlangsung lancar hingga seluruh rangkaian acara selesai.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.