TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di tengah persaingan bisnis pengujian dan sertifikasi global yang kian ketat, PT Sucofindo (PERSERO) terus memperkuat pilar bisnisnya di pasar internasional.
Langkah strategis tersebut ditegaskan melalui partisipasi aktif perseroan dalam ajang 2026 China Quality Certification Centre (CQC) Conference on High-Quality Development of Cross-Border Cooperation yang berlangsung di Shanghai, China.
Dalam forum berskala global bertema “Uniting Through Certification, Quality Connecting the World” tersebut, anggota dari holding BUMN IDSurvey di bawah Danantara Indonesia ini memaparkan kesiapannya menjadi jembatan sertifikasi dan standar mutu untuk memperlancar arus perdagangan lintas negara, khususnya dalam memfasilitasi akses masuk produk global ke pasar domestik Indonesia.
Baca juga: Apartemen Investor China di IKN Mulai Diminati, 100 Unit Lebih Sudah Dipesan
Direktur Utama PT SUCOFINDO (PERSERO), Sandry Pasambuna, menyampaikan bahwa keunggulan operasional perseroan didukung oleh pengalaman panjang sejak 1956 serta kapabilitas infrastruktur yang masif di seluruh Indonesia, diantaranya adalah:
1. Jaringan Operasional Luas: Ditopang oleh 29 cabang, 38 unit pelayanan, 19 site operasional, 5 kantor pemasaran, serta 68 laboratorium pengujian yang andal.
2. Lima Pilar Solusi Terintegrasi: Menjalankan ekosistem bisnis terpadu yang mencakup Testing (Pengujian), Inspection (Inspeksi), Certification (Sertifikasi), Consultancy (Konsultansi), dan Training (Pelatihan).
3. Penetrasi Sektor Strategis: Melayani lini bisnis Manufaktur, Energi, Minyak dan Gas, Pertambangan, Maritim, Pertanian, Logistik, hingga Keuangan dan Pemerintahan.
Melalui Sucofindo International Certification Services (SICS), perseroan telah menerbitkan lebih dari 1.000 Sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI).
“Kolaborasi berbasis sertifikasi dan standar mutu merupakan fondasi penting dalam memperkuat perdagangan internasional yang transparan, aman, dan berkelanjutan. Sucofindo siap menjadi mitra terpercaya bagi pelaku usaha global dalam memastikan kepatuhan terhadap regulasi serta memfasilitasi akses pasar Indonesia,” ujar Sandry Pasambuna dalam pernyataannya, Senin(17/8/2026).
Sebanyak 350 sertifikat di antaranya disalurkan kepada produsen mancanegara, di mana pelaku industri asal China menjadi salah satu porsi terbesar. Selain kepatuhan regulasi teknis, Sucofindo juga memperluas portofolio bisnisnya melalui penyediaan layanan sistem manajemen halal, pelatihan industri halal, hingga sertifikasi produk halal bagi pasar internasional.
Menjawab tuntutan industri modern berbasis keberlanjutan, SUCOFINDO mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) pada produk layanannya. Salah satu solusi digital unggulannya adalah SPARING, sistem pemantauan kualitas air limbah berbasis IoT yang terhubung secara real-time dengan pusat data Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI.
Melalui ekspansi jaringan internasional dan penguatan inovasi teknologi ini, Sucofindo optimistis dapat meningkatkan daya saing industri nasional sekaligus memuluskan jalurnya menuju jajaran Top 20 TIC Global.