KSP Dudung Sebut Kericuhan Hari Damai Aceh Ulah Segelintir Oknum
Laksmi Anindita August 17, 2026 11:37 PM

TRIBUNWOW.COM - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menyebut kericuhan yang terjadi dalam rangkaian Hari Damai Aceh pada 15 Agustus 2026 hanya melibatkan segelintir oknum. Ia menegaskan masyarakat Aceh secara umum tetap solid dan berada dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pernyataan tersebut disampaikan Dudung setelah menghadiri upacara HUT ke-81 RI di Istana Negara, Jakarta, Senin (17/8/2026). Menurutnya, pihak tertentu memanfaatkan momentum peringatan perdamaian Aceh untuk kepentingan tertentu.

"Kalau menurut saya itu hanya oknum-oknum aja. Rakyat Aceh itu NKRI. Dan itu memanfaatkan situasi," tegas Dudung.

Dudung menilai pihak yang terlibat dalam kericuhan tersebut tidak mewakili masyarakat Aceh secara keseluruhan. Ia juga memastikan kondisi keamanan di Aceh saat ini telah kembali aman dan terkendali.

Sementara itu, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) memberikan pandangan berbeda terkait respons aparat terhadap pengibaran bendera Bulan Bintang di Aceh.

Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan alias Athof menilai respons aparat terhadap pengibaran bendera tersebut berlebihan. Ia menyampaikan pandangan itu pada Minggu (16/8/2026).

Athof mengatakan pengibaran bendera Bulan Bintang merupakan tradisi tahunan yang menurutnya tercantum dalam MoU Helsinki.

"Kalau pengibaran bendera Bulan Bintang itu kan sebenarnya tercantum juga dalam MoU Helsinki, perayaan hari kemerdekaan mereka tiap tahun selalu terjadi seperti itu," ujarnya.

Menurut Athof, pengibaran bendera Bulan Bintang dalam perayaan di Aceh telah berlangsung setiap tahun. Ia mempertanyakan sikap pemerintah dan aparat yang dinilai memberikan respons berbeda terhadap tradisi tersebut.

BEM UI juga menilai pemerintah seharusnya lebih memperhatikan kondisi masyarakat Aceh yang masih terdampak bencana. Mereka menyoroti pemulihan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, fasilitas pendidikan, dan hunian layak yang disebut masih berjalan lambat.

Sebelumnya, personel gabungan TNI AD bersama masyarakat Kota Banda Aceh kembali memasang bendera Merah Putih di Kompleks Masjid Raya Baiturrahman, Minggu (16/8/2026).

Baca juga: Dedi Mulyadi Beri Tempat VIP untuk Petani hingga Ojol saat Upacara HUT ke-81 RI

Pemasangan dilakukan setelah sejumlah bendera Merah Putih sebelumnya dicopot massa dan sebagian diganti dengan bendera Bulan Bintang dalam rangkaian peringatan Hari Damai Aceh.

Sebelum pemasangan, personel TNI AD bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar upacara pengibaran Merah Putih di tiang utama Masjid Raya Baiturrahman.

Sekretaris Daerah Banda Aceh Jalaluddin mengatakan pemasangan dilakukan di sejumlah titik yang sebelumnya dicabut massa, terutama di Kompleks Masjid Raya Baiturrahman.

Sekitar 250 lembar bendera telah dipasang dan jumlahnya akan ditambah oleh UPTD Masjid Raya Baiturrahman. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.