Lewat Koreo, Vamos Drei Sampaikan Pesan Bangkit dan Kepedulian untuk NTT
Sudarma Adi August 18, 2026 12:14 AM

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Koreo Vamos Drei, suporter SMAN 3 Sidoarjo, tak sekadar menjadi bentuk dukungan untuk tim basket mereka, DREI.

Dalam Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, mereka membawa pesan tentang evaluasi dan kebangkitan, sekaligus menyelipkan kepedulian terhadap saudara-saudara di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pesan untuk bangkit tersebut dituangkan melalui koreografi dua sisi. Pada sisi pertama, tampak sosok prajurit yang sedang menunduk. Bagi Vamos Drei, gambar tersebut menjadi simbol evaluasi setelah mereka menilai penampilan pada pertandingan sebelumnya belum maksimal.

“Kami menjadikan match kemarin sebagai bahan evaluasi diri. Banyak yang perlu dibenahi,
banyak yang bolong, dan masih belum maksimal,” ujar Koordinator Lapangan Vamos Drei,
Setya Ramadhan.

Baca juga: Tak Gentar Debut di DBL, Smaga Bangkalan Sempat Bikin Untung Surapati Sidoarjo Tertekan

Saat koreografi dibalik, sosok prajurit tersebut berubah menjadi gambaran seseorang yang
sedang bangkit.

Perubahan itu menjadi pesan bahwa evaluasi tidak boleh berhenti pada pengakuan terhadap kesalahan. Setelah jatuh, harus ada upaya untuk kembali berdiri.

“Yang pertama kami memakai gambar prajurit yang menunduk. Itu seperti kami sedang
mengevaluasi diri. Lalu yang kedua, saat dibalik, itu bangkit. Jadi setelah evaluasi diri, kami
juga harus bangkit,” jelas Setya.

Semangat tersebut juga dituangkan melalui mini flag bertuliskan “We Lost, We Fall, But We
Fought.” Kalimat itu menggambarkan sikap Vamos Drei untuk tetap berjuang meski mengalami kekalahan.

Pesan serupa juga hadir pada tirai bagian depan melalui tulisan “No Crown, No Glory Till I
Stand.”

Bagi mereka, dukungan kepada Drei tidak bergantung pada hasil pertandingan.

“Meskipun Drei tidak mendapatkan piala atau kemenangan, tetap kami sebagai Vamos Drei
akan mendukungnya,” tuturnya.

Namun, ada satu pesan lain yang membuat aksi Vamos Drei kali ini berbeda. Di tengah
koreografi, mereka turut membawa tulisan “Pray for NTT” dan menggelar one-minute silence.

Pesan tersebut disampaikan setelah wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, diguncang gempa
bumi tektonik bermagnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB.

Berdasarkan pemutakhiran BMKG, gempa tersebut berpusat di laut sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo dengan kedalaman 15 kilometer dan sempat memicu peringatan dini tsunami.

Kepedulian tersebut awalnya muncul dari media sosial. Beberapa anggota Vamos Drei
mengetahui kabar gempa tersebut, kemudian seorang alumni mengusulkan agar mereka turut menyampaikan doa melalui tribun.

“Kami lihat dari media sosial, terus alumni menyarankan, ‘Ayo kita pakai Pray for NTT, kasihan
sama orang-orang di sana.’ Akhirnya kami buat Pray for NTT,” ujar Setya.

Persiapan untuk pesan tersebut pun berlangsung cepat. Tulisan “Pray for NTT” baru dibuat
sehari sebelum pertandingan.

“Baru banget kemarin. Langsung,” tambahnya.

Untuk menghadirkan seluruh koreografi, Vamos Drei membutuhkan waktu sekitar empat hari.
Seluruh proses pengerjaan dilakukan di sebuah gudang yang biasa digunakan sebagai tempat
produksi koreo.

Bagian paling rumit terdapat pada koreografi tengah yang harus diputar. Mereka menggunakan pipa terpisah dengan simpul berbeda agar satu spanduk dapat menampilkan dua sisi.

“Yang paling rumit itu bagian pas muternya. Kami harus pakai pipa yang terpisah dan
simpul-simpul yang berbeda. Dari satu spanduk kami jadikan simpul menjadi lima,” jelasnya.

Meski persiapannya cukup panjang, Vamos Drei merasa penampilan kali ini lebih memuaskan
dibandingkan koreografi sebelumnya. Namun, evaluasi tetap menjadi bagian dari perjalanan
mereka.

“Insyaallah ada kepuasan, tapi tetap ada evaluasi buat match hari ini. Namanya manusia pasti
ada saja kesalahan,” ungkap Setya.

Pesan yang mereka bawa dari tribun juga selaras dengan hasil yang didapat Drei di lapangan.
Srikandi Drei harus mengakui keunggulan SMAN 17 Surabaya dengan skor 15-7. Sementara
itu, tim putra Drei kalah dari SMAN 1 Waru Sidoarjo dengan skor 21-30.

Dua hasil tersebut kembali menjadi bahan evaluasi bagi Vamos Drei. Sebab, sesuai dengan
pesan yang mereka tuangkan melalui koreografi, jatuh bukan berarti berhenti.

Masih ada satu pertandingan putra yang akan mereka kawal. Untuk laga berikutnya, konsep
baru belum ditentukan. Vamos Drei akan kembali menggelar rapat sebelum menentukan sajian koreografi berikutnya.

Berbeda dengan musim lalu yang menggunakan satu alur koreografi berkelanjutan, tahun ini
mereka memilih menghadirkan konsep baru pada setiap pertandingan.

“Kalau tahun ini konsepnya dibuat fresh dan baru di setiap selesai match. Jadi mungkin nanti
bakal ada banyak kejutan di match berikutnya,” tutur Setya.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi
se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete
terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3
Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100 persen Indonesia”.
Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play,
serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.