Bank Aceh Gandeng LPPI Percepat Persiapkan Jadi Bank Devisa
Eddy Fitriadi August 18, 2026 12:03 AM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - PT Bank Aceh Syariah memperkuat persiapan menjadi bank devisa melalui pertemuan dengan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) di Gedung LPPI, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Pertemuan tersebut membahas sejumlah aspek strategis yang diperlukan Bank Aceh menuju bank devisa, meliputi penguatan sumber daya manusia, tata kelola, manajemen risiko, kepatuhan, proses bisnis, kesiapan sistem dan infrastruktur, serta pengembangan kompetensi organisasi.

Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas mengatakan, persiapan menjadi bank devisa merupakan salah satu agenda strategis perusahaan untuk meningkatkan kapasitas dan memperluas layanan kepada masyarakat serta dunia usaha.

“Menjadi bank devisa bukan sekadar menambah jenis layanan, tetapi merupakan bagian dari transformasi Bank Aceh untuk meningkatkan kapasitas dan memberikan layanan yang lebih luas kepada masyarakat dan dunia usaha. Karena itu, proses persiapannya harus dilakukan secara serius, terukur, dan memenuhi seluruh aspek yang dipersyaratkan,” ujar Fadhil.

Menurutnya, kerja sama dengan LPPI diharapkan membantu Bank Aceh memperkuat kesiapan internal, khususnya dalam pengembangan kompetensi SDM, penguatan proses bisnis, serta peningkatan kapasitas organisasi yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan aktivitas devisa.

“Kami ingin memastikan seluruh fondasi pendukungnya benar-benar siap, mulai dari SDM, sistem, proses bisnis, manajemen risiko, kepatuhan, hingga tata kelola. Dengan persiapan yang baik, pengembangan bisnis dapat dilakukan secara sehat dan berkelanjutan,” tambah Fadhil.

Pembahasan juga mencakup kesiapan lintas fungsi, mulai dari treasury, bisnis, manajemen risiko, kepatuhan, operasional, hingga sumber daya manusia. Penguatan kompetensi dan kesiapan organisasi menjadi bagian dari roadmap Bank Aceh menuju bank devisa.

Baca juga: Dirut Bank Aceh Bekali Ribuan Mahasiswa Baru USK Melek Finansial, Waspadai Judol dan Pinjol

Bagi Bank Aceh, pengembangan layanan devisa dinilai memiliki arti strategis dalam mendukung perekonomian Aceh, seiring berkembangnya aktivitas perdagangan, investasi, dan dunia usaha. Layanan tersebut diharapkan dapat memperluas alternatif layanan bagi masyarakat dan pelaku usaha serta memperkuat konektivitas ekonomi Aceh dengan pasar nasional maupun internasional.

Dirut Bank Aceh itu menegaskan, proses menuju bank devisa tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik, manajemen risiko, kepatuhan terhadap ketentuan regulator, serta kesiapan sumber daya manusia dan infrastruktur.

“Targetnya bukan hanya mendapatkan status sebagai bank devisa, tetapi bagaimana nantinya layanan tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, dunia usaha, dan perekonomian Aceh. Karena itu, kesiapan menjadi hal yang sangat penting,” ungkap Fadhil.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Direktur LPPI Achmad Fauzi, Kepala Divisi Pelatihan dan Konsultasi Keuangan Syariah Hastari Andriyani, Muhammad Aang Sopian beserta staf. Dari Bank Aceh hadir Direktur Utama Fadhil Ilyas, Direktur Bisnis Erwin Konadi, Pemimpin Divisi Treasury Budi Kafrawi, Pemimpin Divisi Korporasi dan Komersial Taufik Saleh, Kepala Bidang International Banking Deddy Nofendy, serta Miftahuddin dari Divisi Umum.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.