Kabinet Bayangan Hadiri Peringatan HUT RI di Pati, Hubungkan Gerakan Rakyat
khoirul muzaki August 18, 2026 12:07 AM

TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI — Suasana peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung khidmat di Omah Kendeng, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pada Senin (17/8/2026). 


Ratusan orang yang terdiri atas masyarakat setempat, inisiatif Kabinet Bayangan, akademisi, hingga pegiat koalisi masyarakat sipil berhimpun menyelenggarakan upacara bendera bersama rakyat.


Upacara rakyat ini dipimpin oleh tokoh masyarakat Sedulur Sikep, Gunretno. 


Di hadapan para peserta, Gunretno menyampaikan pesan mendalam tentang esensi dasar berbangsa di tengah perjuangan warga dan petani kawasan Pegunungan Kendeng yang sudah lebih dari 20 tahun mempertahankan kelestarian lingkungan dari ancaman tambang batuan karst.


”Upacara ini ada untuk mewujudkan Pancasila tidak sekadar teks,” tegas Gunretno.


Sejumlah figur dari Kabinet Bayangan tampak hadir membaur di barisan peserta, seperti Menteri Keuangan dan Tata Kelola Anggaran Bhima Yudhistira, Menteri Perekonomian Media Wahyudi Askar, Menteri Sosial dan Layanan Dasar Nabiyla Risfa Izzati, serta Menteri Pertanian dan Kedaulatan Pangan Isnawati Hidayah.


Mewakili rekan-rekannya di Kabinet Bayangan, Media Wahyudi Askar menyampaikan bahwa langkah mereka turun ke tapak merupakan ikhtiar merajut solidaritas. 


”Kehadiran kami untuk menjadi bagian dari simpul-simpul gerakan rakyat agar saling terhubung,” ungkap Media.


Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh jejaring Konferensi Republik, akademisi Forum Intelektual Antar Disiplin (FIAD), Koperasi Indonesia Baru, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semarang, hingga Pengurus Masjid Nurul Asri. 


Akademisi FIAD Bivitri Susanti menyoroti pentingnya konsolidasi sipil di tengah tekanan hidup yang kian berat.


”Di tengah situasi negara yang sangat menyulitkan warga, seluruh kelompok harus bersatu dalam setiap perjuangan warga,” kata Bivitri.


Senada dengan hal itu, Yanuar Nugroho dari Konferensi Republik menjelaskan bahwa keterlibatan mereka merupakan wujud dukungan nyata bagi warga yang berani membayangkan sekaligus mewujudkan masa depannya sendiri secara mandiri. 


Penulis buku Reset Indonesia, Dandhy Laksono, yang hadir mewakili Koperasi Indonesia Baru, turut memberikan dukungan penuh terhadap agenda perjuangan warga Kendeng.


Peringatan 81 tahun Indonesia merdeka di Sukolilo ini menjadi simbol penting gerakan rakyat yang terus menuntut perubahan dan perbaikan bangsa. 


Ahli hukum tata negara dari FIAD, Zainal Arifin Mochtar, menutup refleksi upacara tersebut dengan menekankan arah pandang kemerdekaan.


”Perlu untuk mengilhami bagaimana cara rakyat melihat kemerdekaan, bukan hanya cara negara melihat kemerdekaan,” tandas pria yang akrab disapa Uceng ini. (mzk)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.