Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Petrus Chrisantus Moa
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Maria Deflora Hee masih berada di Hotel Pelita, Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), ketika gempa mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026) pagi.
Saat itu, Deflora bersama rekan-rekannya tengah bersiap menuju Pelabuhan Laurens Say Maumere untuk menaiki KM Bukit Siguntang.
Kapal tersebut dijadwalkan membawa mereka dari Maumere menuju Lembata dan Kupang setelah mereka menyelesaikan tugas sebagai perangkat pertandingan Piala Pertiwi dan Soeratin U-17 2026 di Maumere.
Sekitar pukul 06.00 Wita, Deflora masih duduk berbincang di lobi hotel. Koper dan barang bawaan mereka sudah dikumpulkan dan tinggal menunggu kendaraan menuju pelabuhan.
Baca juga: Kisah Bapak di Ngada Tertimpa Reruntuhan Bangunan Saat Gempa Flores Berhasil Selamatkan Diri
Saat itulah gempa terjadi. Deflora bersama penghuni hotel langsung keluar untuk menyelamatkan diri. Ia meninggalkan koper dan barang bawaannya di dalam lobi.
"Koper mau hilang silahkan, intinya selamat dulu," kata Deflora saat menceritakan kembali kejadian tersebut.
Setelah guncangan utama mereda, Deflora tidak langsung kembali ke hotel. Ia menunggu sekitar 10 menit sebelum mengambil barang-barangnya.
Ia kemudian masih merasakan dua kali gempa susulan.
Pengalaman tersebut membuat Deflora ingin segera meninggalkan Maumere. Di tengah situasi itu, keluarga, rekan kerja, hingga orang tua wali murid menghubunginya untuk memastikan keselamatannya.
"Keluarga, rekan kerja semua telepon, bahkan sampai orang tua wali murid juga telepon," ujarnya.
Melihat kerusakan di pelabuhan
Meski gempa baru saja terjadi, Deflora dan rekan-rekannya tetap menuju Pelabuhan Laurens Say karena KM Bukit Siguntang sudah bersandar dan menunggu keberangkatan.
Sebelum berangkat, Deflora mengaku terus berdoa agar dirinya dan rekan-rekannya mendapat perlindungan. Sesampainya di pelabuhan, ia melihat bangunan terminal mengalami kerusakan parah hingga roboh.
Baca juga: Gempa Flores Bikin Panik, Yulita Selamatkan Tiga Anak dan Mengungsi, Suaminya Belum Ditemukan
Pemandangan itu membuat Deflora kembali teringat pada guncangan yang baru saja dialaminya di hotel.
"Saya lihat di pelabuhan ada bangunan runtuh. Dalam hati, syukur masih di hotel. Kalau tidak, mungkin kita juga korban," katanya.
Deflora dan rekan-rekannya kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan KM Bukit Siguntang.
Mereka akhirnya tiba di tempat tujuan masing-masing dengan selamat.
Deflora merupakan guru olahraga di Kabupaten Kupang dan berasal dari Lembata. Dalam Piala Pertiwi dan Soeratin U-17 2026, ia bertugas sebagai Match Commissioner dan telah memiliki lisensi untuk posisi tersebut sejak 2025.
Sementara itu, kerusakan bangunan terminal Pelabuhan Laurens Say menjadi salah satu dampak gempa yang terlihat setelah guncangan terjadi.