Sukses Kibarkan Bendera, Paskibraka asal Kalsel I Nyoman Harya Dapat Ucapan Selamat dari Raffi Ahmad
Achmad Maudhody August 18, 2026 10:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Detik-detik I Nyoman Harya Dhanurendra Darmamukti bertemu pasangan artis Raffi Ahmad dan Nagita Slavina di Istana Negara terekam.

Siswa SMAN 7 Banjarmasin tersebut adalah sang pengerek bendera merah putih dalam Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Ke-81 Republik Indonesia (RI) di Istana Negara pada 17 Agustus 2026 kemarin.

Dalam kesempatan itu, Nyoman Harya sempat berjumpa dengan artis ternama Raffi Ahmad dan Nagita Slavina yang hadir mengikuti upacara kemerdekaan sesi pagi saat pengibaran bendera.

Raffi dan Nagita terekam mendatangi dan memberi selamat kepada Paskibraka yang sedang berkumpul di dalam ruangan setelah sukses mengibarkan bendera.

Momen tersebut terekam dalam video yang diunggah melalui akun Instagram @raffinagita1717 pada Senin (17/8/2026) malam.

“Dirgahayu Republik Indonesia ke-81-

Hari ini bukan sekadar berdiri dalam barisan dan mengikuti upacara. Hari ini adalah tentang mengingat kembali setiap perjuangan, pengorbanan, dan air mata para pahlawan yang telah membawa kita sampai di titik ini.

Di bawah Merah Putih yang berkibar, mari kita tanamkan dalam hati: kemerdekaan bukan hanya untuk dirayakan, tetapi untuk dijaga, diisi, dan diperjuangkan dengan karya serta kebaikan.

Terima kasih para pahlawan. Pengorbananmu akan selalu hidup dalam setiap langkah kami.

Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!, “ terang dalam caption, dilansir Banjarmasinpost.co.id, Selasa (18/8/2026).

Kala itu Raffi dan Gigi berjalan mendatangi satu per satu anggota Paskibraka Nasional sambil berjabat tangan dan memberikan ucapan selamat.

Salah satu anggota Paskibraka yang mereka hampiri adalah Nyoman Harya asal Provinsi Kalimantan Selatan.

Ketika itu, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina menghampirinya yang sedang berdiri bersama sang ayah yang mengenakan pakaian dinas TNI.

Raffi Ahmad mengajaknya berjabat tangan dan bertegur sapa sejenak.

Ayahnya yang diketahui seorang TNI dan bertugas di Kalimantan Selatan itu pun mengenalkan Nyoman Harya kepada Raffi Ahmad.

Ayah Rafathar Malik Ahmad itu nampak begitu ramah kala bersalaman dan menyapa Nyoman Harya.

Buat Bangga Orangtua

Ada satu momen yang sempat membuat Kolonel I Nyoman Darmana dan istrinya menahan napas saat menyaksikan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Kemerdekaan, Jakarta, Senin (17/8/2026).

Bukan ketika putra mereka, I Nyoman Harya Dhanurendra Darmamukti berdiri di hadapan Presiden dan Wakil Presiden RI, melainkan ketika Harya mulai memasang tali pada tiang bendera.

Gerakannya sempat terlihat lebih lama dari yang diharapkan. Sebagai orangtua yang mengikuti perjalanan Harya sejak awal, Darmana mengaku sempat deg-degan.

Setelah upacara selesai, barulah diketahui penyebabnya. Tali dan bendera yang digunakan saat upacara ternyata berbeda dengan perlengkapan yang selama ini digunakan Harya ketika berlatih.

“Agak deg-degan juga waktu memasang tali bendera, agak lama. Waktu kami tanya ternyata agak kesulitan karena benderanya berbeda dengan yang dipakai latihan. Untungnya bisa teratasi dan lancar,” ujar Darmana saat dihubungi melalui saluran telepon, Senin (17/8/2026) sore.

Rasa tegang itu pun berakhir dan tergantikan dengan rasa lega. Harya berhasil menjalankan tugasnya sebagai salah satu pengibar Sang Merah Putih di Istana Merdeka.

Bagi Darmana, pencapaian tersebut sekaligus menjawab cita-cita yang sejak awal sudah dibawa putranya ketika mengikuti seleksi Paskibraka.

“Harapan dan cita-citanya dari awal sebagai Paskibra inginnya terpilih, dan alhamdulillah tercapai,” katanya.

Perjalanan Harya menuju posisi tersebut memang tidak singkat.

Sebelumnya, siswa SMAN 7 Banjarmasin itu tidak aktif dalam ekstrakurikuler Paskibra di sekolah. Sejak SMP, Harya justru lebih banyak menghabiskan waktu di lapangan basket.

Dari olahraga tersebut, kemampuan fisik dan mentalnya ditempa. Harya beberapa kali mengikuti kompetisi basket dan meraih prestasi bersama timnya.

Ketika memasuki SMA, Harya tidak lagi bergabung dengan tim basket sekolah. Ia kemudian mencari ruang aktualisasi lain dan memilih Paskibra.

Pilihan itu juga memiliki alasan personal. Harya ingin menekuni kegiatan yang dianggapnya lebih sejalan dengan cita-citanya untuk mengikuti jejak sang ayah sebagai anggota TNI.

“Paskib kebetulan kan di SMA 7 sekarang. Dia tidak masuk tim basket sekolah, karena tidak masuk, mau mencari aktualisasi diri di ekskul lain. Memang bercita-cita mau mengikuti saya sebagai TNI, jadi cari yang memang sejalan dengan itu dan akhirnya tertarik ke Paskib,” tutur Darmana.

Sebagai orangtua, Darmana dan istrinya memilih memberikan dukungan tanpa terlalu banyak mengarahkan keputusan sang anak.

Bahkan sebelum Harya mendaftarkan diri sebagai calon Paskibraka, keduanya memastikan kondisi kesehatan putranya dengan melakukan pemeriksaan kesehatan dan medical check-up.

Setelah itu, peran orangtua lebih banyak berada di belakang layar. Yaitu mendukung, memotivasi, dan memastikan Harya mengikuti arahan para pelatih selama menjalani proses seleksi hingga pemusatan latihan di Jakarta.

“Dari segi mental memang sudah cukup baik karena sebelum Paskib, waktu SMP anak saya di tim basket. Beberapa kali ikut lomba juga dan juara. Di situ mentalnya sudah teruji,” ujarnya.

Perjuangan tersebut akhirnya membawa Harya masuk dalam jajaran Paskibraka Nasional 2026.

Dari 38 peserta laki-laki, hanya tiga yang mendapat tugas sebagai pengibar bendera. Harya menjadi salah satunya.

Darmana dan istrinya pun mendapat kesempatan menyaksikan langsung putranya menjalankan tugas di Istana. Keduanya termasuk dua orang yang diperbolehkan hadir langsung sebagai undangan keluarga.

Sementara kakak Harya hanya dapat menyaksikan momen tersebut melalui televisi.

Bagi Darmana, menyaksikan langsung perjalanan putranya hingga sampai ke titik tersebut menjadi kebanggaan tersendiri. Namun, ia berharap pengalaman selama menjalani pelatihan sekitar 30 hari di Jakarta tidak berhenti sebagai sebuah prestasi seremonial.

“Harapan kami buat anak kami, mudah-mudahan jadi pengalaman yang berharga, meraih cita-cita. Latihan disiplin selama kurang lebih 30 hari di Jakarta semoga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Ia juga menitipkan pesan kepada para orangtua agar tidak menjadikan anak sebagai perpanjangan dari keinginan mereka.

Menurutnya, setiap anak memiliki bidang dan cita-cita masing-masing. Tugas orangtua adalah memberikan ruang sekaligus dukungan agar anak dapat berkembang.

“Apapun cita-citanya, apapun bidang yang ditekuni, kita sebagai orangtua harus mendukung. Kalau ada hal-hal yang memang diperlukan untuk memperlancar, kita bantu, kita kasih semangat, kemudian kalau bisa mengarahkan yang benar sesuai dengan cita-cita ke depan,” tuturnya.

Namun, ia mengingatkan dukungan tersebut berbeda dengan memaksakan kehendak.

“Jangan memaksakan kehendak sebagai orangtua. Yang punya peran kan si anak ini. Doa orangtua, contoh perilaku dari kita juga sangat dibutuhkan. Kita tidak boleh ngomong saja, tapi juga harus memberi petunjuk yang nyata,” katanya.

Kini, setelah Harya menuntaskan tugasnya di Istana, seragam dan pengalaman sebagai Paskibraka Nasional akan menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.

Darmana berharap pengalaman itu menjadi bekal bagi putranya untuk melangkah lebih jauh, apa pun pilihan yang akan diambilnya kelak.

Kepada anak-anak di Banjarmasin yang memiliki cita-cita besar, ia juga berpesan agar tidak mudah merasa kecil hanya karena berasal dari daerah.

“Jangan berkecil hati. Apapun kita bisa. Yang penting ada kemauan. Siapapun pasti bisa. Anak-anak di Banjarmasin bagus-bagus, hebat-hebat, pekerja keras juga. Tinggal mengarahkannya saja lagi seperti apa,” pungkasnya.

KIBARKAN BENDERA - I Nyoman Harya Dhanurendra Darmamukti, Paskibraka asal Kalsel yang jadi pengerek bendera merah putih di Istana Merdeka, Senin (17/8/2026).
KIBARKAN BENDERA - I Nyoman Harya Dhanurendra Darmamukti, Paskibraka asal Kalsel yang jadi pengerek bendera merah putih di Istana Merdeka, Senin (17/8/2026). (Tribunnews.com)

(Banjarmasinpost.co.id/Kristin Juli Saputri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.