Amran Sulaiman Copot 14 Pejabat Kementan, Ada Keluarga Dekatnya
Arief Rahman Hakim August 18, 2026 11:30 AM

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mencopot 14 pejabat di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan) yang diduga terlibat praktik korupsi. Pejabat setingkat Eselon I turut masuk dalam daftar nama yang dibebastugaskan tersebut.

Amran menjelaskan bahwa pencopotan dilakukan pada 14 pejabat dari tingkatan Eselon I hingga Eselon III. Seluruhnya dinonaktifkan dari jabatan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan terkait dugaan pelanggaran hingga indikasi tindak pidana korupsi.

“Ada 14 pejabat Kementan yang kami copot, ada Eselon I, Eselon II, dan Eselon III. Mereka tidak diberi jabatan sementara diperiksa. Kalau ini betul-betul merugikan negara, kami serahkan ke penegak hukum dan kami tindak tegas,” ungkap Amran di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada pelanggaran, Amran menyatakan bersedia mempromosikan kembali pejabat tersebut. “Tetapi sebaliknya, kalau terbukti dia tidak melakukan apa-apa, kami akan lantik dan promosikan kembali. Jadi kita harus sportif dan menerapkan prinsip meritokrasi,” tutur dia.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) ini juga mengungkap bahwa ada keluarga dekatnya yang masuk barisan pejabat yang dicopot. Namun, penindakan tegas harus tetap diambil.

“Bahkan di antara mereka ada salah satu keluarga dekat saya. Namun ini dilakukan atas nama negara. Di sini kita harus adil dan menerapkan merit system,” tegasnya.

“Sebab jika tidak, sama saja kita beternak kejahatan dan membiarkan kejahatan terjadi di Kementerian Pertanian. Oleh karena itu, kami mengambil langkah tegas: 14 orang, baik Eselon I, Eselon II, maupun Eselon III, semuanya nonjob mulai hari ini,” sambung Amran.

 

Dugaan Korupsi Miliaran Rupiah

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (18/8/2026). (Liputan6.com/Arief)
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (18/8/2026). (Liputan6.com/Arief)

Amran enggan merinci detail kasus yang melibatkan 14 pejabat tersebut. Namun, ia menyebut terdapat pelanggaran berupa dugaan korupsi. Ia pun meminta Inspektur Jenderal Kementan, Irhan Waroihan, untuk mengusut tuntas kasus ini paling lambat dalam waktu tiga bulan.

“Pelanggarannya intinya berhubungan dengan uang dan nilainya mencapai miliaran rupiah. Nilai total pastinya nanti, yang jelas mencapai miliaran rupiah. Saya beri waktu Irjen mengusut sampai paling lambat 3 bulan, kalau bisa 1 bulan selesai,” tutur dia.

Ia juga membuka kemungkinan adanya pencopotan lanjutan jika ditemukan bukti pelanggaran baru. Menurut Amran, penindakan tegas ini telah mendapatkan dukungan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

“Masih ada, tetapi didalami dulu. Kalau ada dugaan bersalah, copot lagi. Itu perintah Presiden dan sudah kami laporkan ke Bapak Presiden 3 hari lalu: ‘Pak, ada yang dicopot’. Beliau bilang satu kata: ‘gaspol’,” bebernya.

 

Sudah Masuk Radar Mentan

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (18/6/2026) (Liputan6.com/Lizsa Egeham)
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (18/6/2026) (Liputan6.com/Lizsa Egeham)

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmennya untuk melanjutkan aksi bersih-bersih oknum nakal di kementeriannya yang berkaitan dengan praktik mafia di sektor pangan.

Amran memastikan akan mencopot belasan pegawai Kementan, termasuk pejabat setingkat Eselon I, dalam waktu dekat.

“Insyaallah, doakan. Nanti detailnya akan saya sampaikan,” ungkap Amran di kediamannya di Jakarta, dikutip Senin (3/8/2026).

 

Penindakan Internal

 

Amran menegaskan bahwa pencopotan belasan pejabat tersebut bukan tanpa dasar. Langkah bersih-bersih ini difokuskan untuk menindak pihak-pihak yang melanggar aturan di internal instansi, terutama yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi dan mafia pangan.

“Bukan saja di luar yang kami tindak. Yang korupsi dan mafia di dalam Kementerian Pertanian juga kami bersihkan. Begitu kami temukan, langsung kami beresin. Jadi, mohon doanya,” beber dia.

Pencopotan ini bukan yang pertama kali dilakukan oleh Amran. Pada awal tahun 2026, Amran mencatat telah menindak sekitar 192 pegawai di lingkungan Kementan demi mempercepat pencapaian target swasembada pangan nasional.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.