PLN IP Semarang Jadikan Keandalan Listrik dan Beasiswa sebagai Wujud Kemerdekaan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan oleh PT PLN Indonesia Power (IP) Semarang.
Di balik peringatan tersebut, perusahaan menempatkan keandalan energi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai dua bagian penting dalam mengisi kemerdekaan.
Mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, PLN Indonesia Power UBP Semarang menegaskan kontribusinya melalui tugas menjaga pembangkitan listrik tetap andal sekaligus memberikan dukungan terhadap pendidikan generasi penerus.
Senior Manager PT PLN Indonesia Power UBP Semarang, Flavianus Erwin Putranto, mengatakan semangat kemerdekaan seharusnya diterjemahkan melalui karya yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Tema ‘Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur’ mengingatkan kita bahwa kemerdekaan harus terus diisi dengan karya dan kontribusi nyata.
Bagi kami di PLN Indonesia Power UBP Semarang, salah satu bentuk perjuangan di masa kini adalah memastikan pembangkitan listrik berjalan andal, aman, dan efisien,” ujar Flavianus.
Menurut dia, listrik memiliki peran strategis karena menopang berbagai aktivitas masyarakat, perekonomian hingga pembangunan nasional.
“Setiap kilowatt listrik yang kami hasilkan merupakan bagian dari kontribusi untuk menjaga roda pembangunan bangsa tetap bergerak,” terangnya kepada Tribun Jateng, Selasa (18/8/2026).
Pada perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI berbagai kegiatan juga telah digelar di lingkungan PLN IP Semarang.
Namun, perhatian tidak berhenti pada kegiatan upacara maupun agenda seremonial.
PLN IP Semarang melanjutkan kegiatan dengan penyaluran Bantuan Pendidikan dan Beasiswa Prestasi melalui Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan (YPK) PT Indonesia Power.
Program tersebut menyasar putra-putri pegawai dan pensiunan PT PLN, khususnya di unit UBP Semarang.
Penerima bantuan berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai SD, SLTP, SLTA hingga perguruan tinggi.
Bagi perusahaan, dukungan pendidikan menjadi bagian dari upaya memaknai kemerdekaan dalam bentuk yang lebih panjang. Sebab, pembangunan tidak hanya membutuhkan infrastruktur dan energi, tetapi juga sumber daya manusia yang berkualitas.
“Kemajuan Indonesia tidak hanya dibangun melalui infrastruktur dan energi, tetapi juga melalui manusia-manusia unggul yang mendapatkan kesempatan untuk belajar dan berkembang,” kata Flavianus.
Dia menilai bantuan pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi yang kelak mengambil peran dalam pembangunan Indonesia.
Di sisi lain, Flavianus menekankan pentingnya kesadaran setiap insan PLN Indonesia Power bahwa pekerjaan yang dilakukan memiliki dampak lebih luas dari sekadar pencapaian target perusahaan.
“Kami ingin seluruh insan PLN Indonesia Power tidak hanya bekerja untuk memenuhi target perusahaan, tetapi juga memahami bahwa di balik pekerjaan kita terdapat kepentingan masyarakat dan masa depan Indonesia,” ujarnya.
Ia berharap nilai integritas, profesionalisme, inovasi dan gotong royong terus menjadi bagian dari budaya kerja perusahaan.
Dengan demikian, momentum kemerdekaan tidak berhenti sebagai perayaan, tetapi menjadi pengingat untuk terus memberikan kontribusi melalui bidang masing-masing. (bud)