15 Km Jalan Telanjang Kaki Jual Bambu, Abdul Gani Tetap Senyum Berjuang Demi Keluarga: Harus Sabar
muslimah August 18, 2026 12:11 PM

15 Km Jalan Telanjang Kaki Jual Bambu, Abdul Gani Tetap Senyum Berjuang Demi Keluarga: Harus Sabar

TRIBUNJATENG.COM, SUMENEP - Potret perjuangan Abdul Gani, penjual bambu yang gigih tak lelah dalam segala situasi, mencari nafkah untuk keluarga.

Abdul Gani merupakan warga Sumenep, Jawa Timur.

Setiap hari, ia berjalan 15 km membawa bambu untuk dijual.

Seperti hari itu, Senin (17/8/2026), dengan kaki telanjang dan celana pendek, Abdul Gani mendorong gerobak kecil berisi sekitar 25 batang bambu di pinggir jalan.

Baca juga: Ekonomi Jateng Tumbuh tapi PHK Mengganas, Buruh: Tabungan Tergerus, Gaji Bertahan Pertengahan Bulan

Pagi itu, saat sebagian masyarakat mengikuti upacara peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia, Abdul Gani justru sibuk mencari pembeli.

Warga Desa Kasengan, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, itu berjalan perlahan sambil memastikan puluhan batang bambu yang dibawanya tidak mengganggu kendaraan yang melintas.

Sesekali ia memperhatikan kondisi jalan.

Puluhan batang bambu yang ditumpuk di atas gerobak membuatnya harus lebih berhati-hati ketika melewati jalan yang ramai.

"Iya setiap hari. Tapi ya kalau ada acara keluarga, ya kadang tidak jualan," kata Gani.

Tinggalkan Pekerjaan Cari Rongsokan

Gani mengakui, sudah sekitar 10 tahun menjadi penjual bambu batangan.

Sebelumnya, ia mencari nafkah dengan mengumpulkan barang rongsokan.

Namun, pekerjaan sebagai pencari rongsokan kemudian ditinggalkannya.

Ia memilih berjualan bambu, karena bisa menjadi sumber penghasilan yang bisa dijalani setiap hari.

Setiap hari, untuk menjajakan bambu, Abdul Gani harus menempuh jarak sekitar 15 kilometer.

Ia membawa bambu dari satu tempat ke tempat lain dengan gerobak kecilnya.

Tidak pernah ada kepastian, berapa penghasilan yang bisa dibawa pulang setiap hari.

Jumlah bambu yang terjual bergantung pada pembeli yang ditemuinya sepanjang perjalanan.

Dalam sehari, terkadang hanya dua batang bambu yang terjual. Pada hari lain tiga batang.

Dan jika sedang beruntung, lima batang bambu bisa dibawa pulang oleh pembeli.

Hasil penjualan itu pun tidak menentu. Namun, Abdul Gani tetap menjalaninya.

"Berapa pun yang laku saya syukuri. Yang penting bisa dapat untuk kebutuhan di rumah," tambahnya.

Berjuang demi Keluarga di Hari Kemerdekaan

Abdul Gani merupakan ayah dari dua anak. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, ia harus tetap bekerja meski penghasilannya tidak selalu cukup.

Saat ditanya apakah penghasilan dari berjualan bambu mampu memenuhi kebutuhan keluarganya, Abdul Gani hanya tersenyum.

Ekspresinya tampak berat. Ia tidak banyak bercerita mengenai kondisi keluarganya

"Cukup tidak cukup itu, ya harus bisa sabar," ucap dia sambil tersenyum berat.

Ketika masyarakat berkumpul mengikuti pengibaran bendera Merah Putih, ia justru berada di jalan dengan gerobaknya.

Di tengah suasana perayaan kemerdekaan, Abdul Gani memilih tetap bekerja.

Sebab, sebagai seorang ayah, tanggung jawab terhadap keluarga tetap harus dijalankan, bahkan ketika hari itu sebagian besar orang sedang merayakan kemerdekaan. (Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.