Liputan6.com, Jakarta - Harga pangan hari ini terpantau variatif, seperti daging sapi yang dibanderol seharga Rp 146.000 per kilogram (kg). Selain itu, harga cabai rawit merah juga kembali melambung ke angka Rp 70.850 per kg. Sementara, harga daging ayam ras segar sekarang berada di angka Rp 40.550 per kg Selasa pagi.
Menurut hasil pantauan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, Selasa (18/8/2026), harga beberapa bahan pangan mengalami kenaikan juga penurunan. Berikut daftar harga pangan terbaru untuk berbagai jenis komoditas di pasar tradisional.
Simak rincian harga per kategori komoditas pada Selasa pagi:
Harga Cabai dan Bawang
Harga Bahan Pangan Protein

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengakui adanya kenaikan harga bahan pangan di beberapa daerah. Meski demikian, kenaikan yang terjadi dinilai masih dalam batas wajar.
Budi menjelaskan bahwa akses distribusi menjadi salah satu kendala yang mengerek harga di pasaran. Sebagai contoh, harga telur ayam menembus Rp 66.000 per kilogram di Papua Pegunungan, meskipun harga rata-rata nasional berada di kisaran Rp 26.000 per kilogram.
“Distribusi ke Papua Pegunungan memang tidak semudah tempat lain, jadi harganya cenderung masih tinggi walau kami terus berusaha menyuplai dari daerah lain. Namun sebenarnya rata-rata nasional masih mendekati Harga Eceran Tertinggi (HET),” ungkap Budi di Kantor Kemendag, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Ia menambahkan, harga daging ayam memang mengalami kenaikan tetapi masih berada di bawah HET. Berdasarkan catatannya, harga rata-rata nasional daging ayam saat ini sebesar Rp 38.000 per kilogram, sementara HET yang ditetapkan adalah Rp 45.000 per kilogram.
Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut menjadi salah satu pemicu bergeraknya harga telur dan daging ayam. Sebelumnya, harga kedua komoditas tersebut sempat anjlok ketika program MBG sedang libur.
“Sebelumnya harga ayam sempat di kisaran Rp 34.000 hingga Rp 36.000 per kilogram. Kenaikan yang terjadi saat ini merupakan dampak dari penerapan kebijakan MBG untuk telur dan daging ayam. Kondisi ini sebenarnya normal karena ada kebijakan bahwa pembelian harus sesuai dengan harga acuan,” jelasnya.