Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Sejumlah warga Kabupaten Karanganyar mengeluhkan perubahan status desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Status yang sebelumnya berada di desil 1 hingga 4 kini bergeser menjadi desil 6 hingga 10 sehingga mereka tak lagi mendapatkan bantuan sosial.
Perubahan tersebut membuat warga ramai-ramai mendatangi Dinas Sosial (Dinsos) Karanganyar untuk mempertanyakan alasan status desil mereka berubah.
Kabid Sosial Dinsos Karanganyar, Wondo, mengatakan keluhan maupun pertanyaan masyarakat terkait perubahan desil cukup banyak disampaikan hampir setiap hari.
"Banyak, Mas. Tiap hari malah kemungkinan ada yang datang ke Dinsos atau ke petugas kami, petugas operator desa," kata Wondo, Selasa (18/8/2026).
Menurut Wondo, warga umumnya mempertanyakan alasan perubahan status desil mereka.
Sebagian berharap status tersebut dapat kembali seperti sebelumnya agar kembali memenuhi kriteria penerima bantuan.
"Banyak yang menanyakan ke Dinsos soal perubahan desil mereka. Saat ini baru ramai-ramai cek desil merupakan respons dari masyarakat terkait status desil mereka dan baru mengetahui mereka berada di desil berapa," ungkap dia.
Wondo menjelaskan perubahan status desil berkaitan dengan proses pemutakhiran data.
Masyarakat yang merasa data mereka tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya dapat mengajukan usulan pembaruan data.
Usulan tersebut nantinya akan dievaluasi berdasarkan kondisi riil di lapangan. Namun, proses tersebut membutuhkan waktu sebelum perubahan status dapat dilakukan.
"Harus diajukan, diusulkan usulan pembaruan. Jadi dievaluasi kembali, diusulkan. Dari usulan itu prosesnya agak lama, kemungkinan baru bisa berubah sesuai kondisi riil itu sekitar dua sampai tiga bulanan," tutur dia.
Di sisi lain, perubahan status desil membuat jumlah penerima bantuan sosial di Karanganyar bersifat fluktuatif. Hal itu terjadi karena pemutakhiran data terus berjalan, sementara bantuan disalurkan setiap tiga bulan.
Baca juga: Dapat Remisi hingga Bebas dari Rutan Solo, Via Ingin Buka Usaha di Kampung Halaman
"Bantuan kan diterimakan tiga bulan sekali. Kadang di triwulan pertama itu berkurang, kemungkinan di triwulan kedua malah justru bertambah. Jadi tidak bisa dipastikan, tergantung dinamika desil masyarakat Kabupaten Karanganyar," katanya.
Meski demikian, Wondo memperkirakan perubahan jumlah penerima bansos di Karanganyar ke depan tidak akan terlalu signifikan. Ia berharap pemutakhiran data membuat kondisi data penerima semakin sesuai dengan kondisi sebenarnya.
"Kalau di Karanganyar saya prediksi fluktuasinya kemungkinan tidak terlalu banyak. Karena makin ke sini insyaallah data itu semakin valid," pungkasnya. (*)