TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN -- Aksi tanggap seorang warga bernama Rizki mendadak jadi perbincangan publik.
Demi memastikan Sang Merah Putih tetap berkibar pada Upacara Peringatan HUT ke-81 RI, pemuda yang mengenakan pakaian berwarna biru ini memberanikan diri memanjat tiang bendera setinggi 12 meter yang sempat bermasalah.
Peristiwa tersebut terjadi di lapangan Desa Karang Anyar, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, pada Senin (17/8/2026).
Saat prosesi pengibaran bendera sedang berlangsung, insiden tak terduga mendadak terjadi.
Tali pengerek keluar dari jalur rel di puncak tiang, sehingga bendera yang sudah siap dinaikkan tidak dapat ditarik.
Baca juga: Aksi Heroik Warga Desa Karang Anyar Banyuasin Panjat Tiang Bendera Viral saat Upacara HUT ke-81 RI
Di tengah suasana cemas saat upacara tengah berlangsung, spontan beberapa warga berusaha mencari cara agar tali tersebut bisa diperbaiki.
Sejumlah warga sempat mencoba memanjat, namun gagal karena kondisi tiang yang berisiko.
"Ada yang pertama berupaya naik namanya Ngadiman. Karena bobot tubuhnya yang berat dan memang sudah dewasa, saat naik ditakutkan membuat tiang bendera patah sehingga dibatalkan. Ada Rizki yang memang masih remaja, memutuskan untuk memanjat tiang bendera agar bisa memperbaiki tali yang keluar dari relnya," kata Kades Karang Anyar Sukoco ketika dikonfirmasi Tribunsumsel.com, Selasa (19/8/2026).
Melihat situasi tersebut, keberanian Rizki yang masih berusia remaja langsung terpanggil.
Tanpa ragu, ia melangkah maju mengambil alih tugas sulit itu.
Dengan bantuan warga yang menahan bagian bawah tiang secara ramai-ramai agar tetap stabil, Rizki merayap perlahan merayapi tiang setinggi 12 meter tersebut.
Setibanya di titik tertinggi, dengan tenang ia berhasil membetulkan posisi tali hingga kembali masuk ke dalam relnya.
Usai Rizki turun dengan selamat, prosesi pengibaran Sang Merah Putih dapat dilanjutkan kembali dengan penuh khidmat diiringi penghormatan dari seluruh peserta upacara di lapangan desa.
Kepala Desa Karang Anyar, Sukoco, menjelaskan bahwa pihak panitia sebenarnya sudah melakukan persiapan matang sebelum upacara dimulai, termasuk mengecek kondisi tiang bendera.
Namun, gangguan teknis di lapangan memang tidak bisa diduga.
Aksi spontan Rizki pun mendapat pujian dari pemerintah desa dan masyarakat setempat karena dinilai sebagai wujud nyata rasa cinta tanah air.
"Saya sangat mengapresiasi bentuk dari warga yang memanjat tiang bendera demi berkibarnya sang Merah Putih. Ini juga bentuk kecintaan warga saya dan rasa nasionalisme, agar Merah Putih tetap bisa berkibar meski sempat ada insiden," jelasnya.
Keberhasilan pengibaran bendera tersebut menjadi pembuka rangkaian perayaan Hari Kemerdekaan di Desa Karang Anyar.
Sukoco mengungkapkan bahwa warga desa selalu menyambut antusias berbagai kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Pemdes.
Berbagai turnamen seperti sepak bola, bola voli, hingga aneka permainan rakyat digelar untuk memeriahkan suasana peringatan kemerdekaan yang selalu ditunggu-tunggu warga setiap tahunnya.
Di samping kemeriahan perayaan HUT RI, Sukoco juga menyinggung komitmen Pemdes Karang Anyar terkait keberlanjutan pembangunan desa di tengah penyesuaian anggaran dan efisiensi Dana Desa.
Menurutnya, berkurangnya Dana Desa tidak boleh menyurutkan semangat untuk terus membangun.
Pihaknya berupaya memaksimalkan potensi lain seperti Pendapatan Asli Desa (PADDes) serta program CSR dari perusahaan sekitar.
"Bisa tetap membangun dengan menggunakan PADDes dan CSR perusahaan. Memang kurang maksimal, tetapi progresnya tetap ada untuk pembangunan di desa. Kalau saya dengan dana yang ada pembangunan desa tetap dijalankan sesuai aturan, pastinya saya tetap berkeinginan untuk memajukan desa," pungkasnya.
(Tribunsumsel.com/ Putri Kusuma Rinjani/ M. Ardiansyah)
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com