TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Polisi mengimbau mahasiswa untuk tidak menggelar demo di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, dan memindahkan aksi ke lokasi lain.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, Bundaran HI merupakan salah satu pusat perekonomian di Jakarta.
"Kita sama-sama mengetahui bahwa Bundaran HI, Patung Kuda, Semanggi, Sudirman ini merupakan center of gravity yang ada di wilayah Jakarta. Pusat perekonomian, perhotelan internasional, pusat kegiatan aktivitas masyarakat, di mana pusat perbelanjaan, moda transportasi," kata Budi Hermanto, Selasa (18/8/2026).
Menurut Budi, aktivitas masyarakat dapat terganggu jika aksi unjuk rasa tetap digelar di kawasan Bundaran HI.
Ia pun meminta pihak yang akan menggelar aksi demo untuk membangun empati terkait kondisi tersebut.
"Apabila tempat-tempat ini dijadikan tempat penyampaian aspirasi, akan mengganggu kegiatan masyarakat lainnya. Kita harus membangun empati, kita harus berpikir bahwa kegiatan aktivitas masyarakatnya juga hal yang penting," ujar Kabid Humas.
"Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya menyarankan dan menganjurkan ada di beberapa titik dalam penyampaian aspirasi sehingga ini bisa berjalan dengan aman dan tertib," imbuh dia.
Di sisi lain, sebanyak 9.242 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan aksi demo mahasiswa pada hari ini.
Budi menjelaskan, ribuan personel itu terdiri dari 5.670 anggota Polda Metro Jaya, 222 personel polres jajaran, 1.500 dari unsur TNI, dan 1.850 personel BKO dari Mabes Polri.
"Dan perlu kami sampaikan dan tegaskan, kehadiran petugas TNI, Polri, dan Pemerintah Provinsi DKI memberikan rasa aman agar apa yang disampaikan tersampaikan dengan baik," ujar Budi.
Sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar aksi demo di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026).
Aksi bertajuk #MerebutKemerdekaan itu digelar sehari setelah peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia (RI).
Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan mengatakan, aksi demo tersebut digelar untuk mempertanyakan kondisi Indonesia setelah 81 tahun merdeka.
"Sehari setelah seremoni kenegaraan itu digelar, kami turun ke jalan bukan untuk merayakan, tapi untuk bertanya dengan lantang: kemerdekaan macam apa yang sedang kita rayakan?" kata Yatalathof, Senin (17/8/2026).
Yatalathof menyoroti isu ekonomi terkait perjanjian dagang yang dinilai lebih berpihak pada kepentingan asing.
"Sementara di dalam negeri sendiri suara rakyat dibungkam dan pemuda-pemudi ditangkap sewenang-wenang," ujar dia.
Menurut Yatalathof, berbagai masalah yang terjadi tidak dapat hanya dilihat sebagai persoalan ekonomi.
Ia menyebut kondisi yang terjadi saat ini menyangkut kedaulatan negara dan rakyat.
"Ini bukan sekadar krisis ekonomi. Ini krisis kedaulatan," ucap Yatalathof.
Ia juga mengkritik pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dianggap belum sepenuhnya berpihak untuk kepentingan rakyat.
"Pemerintahan Prabowo-Gibran telah menunjukkan wajah kekuasaan yang gemar berpidato tentang kedaulatan, tapi lupa menegakkannya," kata dia.
Berikut adalah delapan tuntutan yang akan dibawa BEM UI saat aksi #MerebutKemerdekaan pada Selasa besok:
1. Hentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri.
2. Hentikan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
3. Wujudkan reforma agraria sejati.
4. Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.
5. Evaluasi total PSN serta hentikan MBG dan KDMP.
6. Hentikan pemusatan kekuasaan, pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), dan kembalikan otonomi daerah.
7. Tetapkan status bencana nasional untuk daerah Sumatra dan Flores serta percepat pemulihan wilayah terdampak bencana.
8. Hentikan represifitas dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil serta bubarkan YON TP.
Baca juga: Bawa Petasan dan Molotov, 21 Orang Diamankan Jelang Demo Mahasiswa di Bundaran HI
Baca juga: Jamuan Rakyat HUT ke-81 RI di Jaktim: Tersebar di 11 Titik, Warga Bawa Pulang Motor Listrik
Baca juga: 9.242 Personel Gabungan Dikerahkan Kawal Demo Mahasiswa 18 Agustus 2026 di Bundaran HI