Jember Cinta Kesehatan Tahap II Sasar 10 Ribu Penerima, Terbuka untuk Warga Luar Daerah
Haorrahman August 18, 2026 01:57 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Pemkab Jember meluncurkan kelanjutan sekaligus perluasan program Jember Cinta Kesehatan (JCK) bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 RI, Senin (17/8/2026).

Peluncuran JCK tahap II digelar di Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris), Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Salah satu agenda utama program tersebut adalah bakti sosial kesehatan berskala besar yang ditargetkan menjangkau hingga 10 ribu penerima manfaat.

Ketua Tim Pengarah Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D) Bidang Kesehatan Kabupaten Jember, dr. Ulfa Elfiah, mengatakan pendataan penerima manfaat telah dilakukan dan saat ini mencakup sekitar 4.000 orang.

Penerima manfaat berasal dari berbagai kelompok usia, termasuk pelajar dan masyarakat umum.

"Targetnya ada 10 ribu penerima manfaat," ujar Ulfa.

Layanan Kesehatan Gratis hingga Bantuan Prostesis
Bakti sosial dalam program JCK menyediakan berbagai intervensi medis secara gratis. Layanan tersebut mencakup pengobatan umum, penanganan bedah katarak, penanganan kelainan bawaan atau kongenital, serta pemberian alat medis penunjang.

Baca juga: Karyawan Toko di Jember Meninggal Tertimpa Tumpukan Kain Setinggi 5 Meter

Bantuan alat kesehatan yang disiapkan antara lain alat bantu dengar, kacamata korektif, hingga prostesis untuk menggantikan fungsi kaki atau tangan.

Menurut Ulfa, program tersebut dirancang untuk mempercepat penanganan masyarakat yang membutuhkan layanan medis sekaligus mengurangi antrean panjang di rumah sakit umum.

Program ini juga diharapkan mampu menjangkau warga yang menghadapi keterbatasan mobilitas maupun kendala geografis untuk memperoleh layanan kesehatan.

"Harapannya, persoalan kesehatan di Jember dapat tertangani secara tuntas," katanya.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Jember Selasa 18 Agustus 2026, Pagi Hingga Siang Cerah, Berawan di Sore Hingga Malam

Pelaksanaan JCK melibatkan kolaborasi lintas sektor. Selain menggunakan dukungan anggaran Pemerintah Kabupaten Jember, program bakti sosial tersebut turut mendapat dukungan dari sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR serta organisasi nonpemerintah yang memiliki perhatian terhadap pembangunan kesehatan.

Luar Jember

Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait mengatakan JCK tahun ini dikembangkan dengan cakupan yang lebih luas dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.

Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat akses masyarakat terhadap layanan kesehatan setelah sebelumnya menjalankan sejumlah program, termasuk Universal Health Coverage Prioritas dan rintisan program dokter keluarga bagi masyarakat kurang mampu.

Baca juga: JLS Jember-Banyuwangi Dilanjutkan, Pemerintah Pusat Siapkan Anggaran Rp 3 Triliun

"Bertepatan dengan momentum 17 Agustus, kami kembali menyempurnakan layanan kesehatan bagi masyarakat. Setelah sebelumnya menjamin pengobatan gratis melalui program Universal Health Coverage Prioritas serta merintis program dokter keluarga bagi warga kurang mampu, kini kami meluncurkan Jember Cinta Kesehatan tahap dua," ujar Gus Fawait.
Perbedaan penting pada JCK tahap II adalah cakupan penerima manfaat yang tidak hanya diperuntukkan bagi warga Kabupaten Jember.

Gus Fawait menyebut masyarakat dari luar Jember juga dapat mengakses sejumlah layanan, termasuk operasi katarak dan bantuan prostesis kaki. Pendaftaran dapat dilakukan melalui koordinasi di saluran Wadul Gus e maupun melalui puskesmas terdekat.

"Kabar baiknya, program ini tidak terbatas hanya untuk warga Jember. Masyarakat dari luar daerah, warga Jawa Timur, bahkan seluruh warga Indonesia yang membutuhkan penanganan medis seperti operasi katarak atau pembagian prosthesis kaki palsu diperkenankan mendaftar," terangnya.

Pemilihan Pondok Pesantren Nurul Islam sebagai lokasi peluncuran JCK tahap II juga memiliki alasan tersendiri.

Gus Fawait menjelaskan, pesantren memiliki sejarah panjang dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Dalam konteks saat ini, pesantren dinilai tetap memiliki peran penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia.

Peran tersebut diwujudkan melalui pendidikan moral dan karakter, sekaligus penguatan kolaborasi sosial antara lembaga pendidikan keagamaan dan pemerintah.

Dengan perluasan JCK tahap II, Pemkab Jember tidak hanya menambah jumlah penerima manfaat, tetapi juga memperluas jenis layanan dan cakupan masyarakat yang dapat mengakses program kesehatan tersebut.



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.