Hari Juang Polri 21 Agustus 2026: Sejarah dan Makna, Peran Penting Kepolisian dalam Kemerdekaan
Lisma Noviani August 18, 2026 02:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM - Di bulan Agustus terdapat hari penting di lingkungan Polisi Republik Indonesia (Polri). Hari penting tersebut adalah Hari Juang Polri yang diperingati setiap 21 Agustus sebagai momentum untuk mengenang perjuangan Polri dalam mempertahankan kemerdekaan.

Berbeda dengan Hari Bhayangkara yang diperingati setiap 1 Juli, Hari Juang Polri secara khusus mengangkat sejarah perjuangan polisi pada masa awal kemerdekaan, terutama peristiwa Proklamasi Polisi pada 21 Agustus 1945 di Surabaya.

Setiap 21 Agustus, Polri memperingati Hari Juang Polri sebagai momentum untuk mengenang sejarah perjuangan dan pengabdian insan Bhayangkara sejak masa awal kemerdekaan.

Semangat kepahlawanan para pendahulu menjadi inspirasi bagi Polri untuk terus mengabdi, menjaga keamanan, mempertahankan kedaulatan, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Hari Juang Polri baru secara resmi ditetapkan pada 2024 melalui Keputusan Kapolri Nomor KEP/95/I/2024. Dengan demikian, peringatan 21 Agustus 2026 menjadi salah satu momentum penting bagi Polri untuk kembali mengenang sejarah perjuangan tersebut.

Sejarah Hari Juang Polri Tanggal 21 Agustus

Dikutip dari laman tribratanews.polri.go.id, Sejarah Hari Juang Polri berawal beberapa hari setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Dalam sidang kedua PPKI pada 19 Agustus 1945, salah satu keputusan penting berkaitan dengan kedudukan polisi agar segera berada di bawah kekuasaan Pemerintah Indonesia.

Situasi tersebut kemudian direspons oleh Inspektur Polisi Kelas I Moehammad Jasin, yang saat itu menjabat Komandan Polisi Istimewa Surabaya.

Pada 20 Agustus 1945, Moehammad Jasin bersama sejumlah anggota menggelar rapat untuk membahas kedudukan kepolisian setelah Indonesia merdeka.

Hasil rapat tersebut melahirkan tekad agar polisi menyatakan kesetiaannya kepada Republik Indonesia.

Puncaknya terjadi pada 21 Agustus 1945.

Di halaman Markas Polisi Istimewa Surabaya, Moehammad Jasin memimpin apel dan membacakan Proklamasi Polisi yang diikuti anggota Polisi Istimewa.

Isi pokok Proklamasi Polisi tersebut menegaskan tekad untuk bersatu dengan rakyat dalam mempertahankan Proklamasi 17 Agustus 1945 dan menyatakan polisi sebagai Polisi Republik Indonesia.

Setelah pembacaan proklamasi, pasukan Polisi Istimewa juga melakukan pawai siaga, memasang pamflet Proklamasi Polisi, serta mempersiapkan diri menghadapi berbagai ancaman terhadap kemerdekaan Indonesia.

Peran Polisi dalam Mempertahankan Kemerdekaan

Proklamasi Polisi bukan sekadar pernyataan sikap. Setelah itu, Polisi Istimewa ikut mengambil bagian dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Pasukan polisi antara lain melakukan pelucutan senjata Jepang dan menyerahkan sebagian senjata tersebut kepada badan-badan perjuangan. Perjuangan tersebut kemudian berlanjut dalam berbagai peristiwa mempertahankan kemerdekaan, termasuk pertempuran di Surabaya.

Semangat perjuangan tersebut juga menyebar ke berbagai wilayah Indonesia.

Catatan sejarah Polri menyebutkan adanya perjuangan kepolisian di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sulawesi, Jambi, Palembang, Jakarta, Jawa Barat, dan Yogyakarta.

Karena itulah, 21 Agustus dipandang sebagai momentum yang menggambarkan bahwa kepolisian juga memiliki bagian penting dalam sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Hari Juang Polri resmi ditetapkan oleh Kapolri melalui Keputusan Kapolri Nomor KEP/95/I/2024 pada 22 Januari 2024.

Peringatan pertama kemudian dilaksanakan pada 21 Agustus 2024 di Monumen Perjuangan Polri, Surabaya.

Selain keputusan mengenai penetapan Hari Juang Polri, Polri juga menerbitkan keputusan mengenai tata upacara peringatannya melalui Keputusan Kapolri Nomor KEP/1325/VII/2024 tanggal 12 Agustus 2024.

Tema Hari Juang Polri 2026

Hingga 17 Agustus 2026, tema resmi Hari Juang Polri 2026 belum ditemukan dalam publikasi resmi Polri yang dapat diverifikasi.

Namun sebagai pembanding, Hari Juang Polri 2024 mengangkat tema:

"Dengan Semangat Proklamasi Polisi 1945, Polri Menyongsong Indonesia Emas 2045."

Sementara pada peringatan tahun 2025, tema yang digunakan adalah "Dengan Semangat Hari Juang, Polri untuk Masyarakat Menuju Indonesia Maju."

Peringatan Hari Juang Polri pada dasarnya dimaksudkan untuk mengenang dan menghargai perjuangan polisi dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa sejarah kepolisian Indonesia tidak hanya berkaitan dengan tugas penegakan hukum, tetapi juga memiliki perjalanan panjang dalam perjuangan bangsa.

Nilai-nilai keberanian, pengabdian, kesetiaan kepada negara dan pengorbanan para pendahulu diharapkan dapat terus diwariskan kepada generasi Polri saat ini.

Tujuan Hari Juang Polri 2026

Ada sejumlah tujuan yang dapat dipahami dari peringatan Hari Juang Polri, di antaranya:

Mengenang jasa para anggota kepolisian yang ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Menanamkan nilai patriotisme dan nasionalisme kepada seluruh personel Polri.
Mewariskan semangat perjuangan para pendahulu kepada generasi kepolisian saat ini.
Memperkuat integritas dan profesionalisme anggota Polri dalam menjalankan tugas.
Meningkatkan semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.
Memperkuat hubungan Polri dengan masyarakat, karena sejarah perjuangan polisi tidak dapat dilepaskan dari perjuangan rakyat.
Menjadikan sejarah sebagai refleksi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian di masa kini.
Makna Hari Juang Polri bagi Masyarakat

Bagi masyarakat, Hari Juang Polri dapat menjadi momentum untuk memahami bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan melibatkan banyak unsur bangsa, termasuk kepolisian.

Semangat yang ditunjukkan Polisi Istimewa pada 21 Agustus 1945 juga mengandung pesan bahwa kemerdekaan bukan hanya untuk diproklamasikan, tetapi harus dijaga dan dipertahankan melalui pengabdian nyata.

Dalam konteks kepolisian modern, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui pelayanan yang profesional, humanis, transparan dan bertanggung jawab.

Peringatan Hari Juang Polri juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen Polri sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Hari Juang Polri 21 Agustus 2026 menjadi pengingat terhadap perjalanan sejarah kepolisian Indonesia sejak masa awal kemerdekaan.

Semangat Moehammad Jasin dan Polisi Istimewa Surabaya pada 21 Agustus 1945 menjadi bagian dari sejarah yang terus dikenang hingga sekarang.

Jika dahulu perjuangan dilakukan dengan mempertahankan kemerdekaan dari ancaman penjajahan, maka tantangan kepolisian masa kini jauh lebih beragam, mulai dari menjaga keamanan, menghadapi kejahatan konvensional dan digital, hingga memberikan pelayanan publik yang semakin cepat dan profesional.

Karena itu, semangat Hari Juang Polri 2026 diharapkan tidak berhenti pada kegiatan upacara, tetapi diwujudkan melalui pengabdian nyata kepada masyarakat, bangsa dan negara.

Demikian Hari Juang Polri 21 Agustus 2026: Sejarah dan Makna, Peran Penting Kepolisian dalam Kemerdekaan. (*)

Baca juga: Arti Fa Amma Binimati Rabbika Fahaddits, Surat Apa dan Maknanya dalam Kehidupan Sehari-hari

Baca juga: 12 Prompt AI Tema Peringatan Maulid Nabi untuk Spanduk, Poster, Banner Masjid hingga Media Sosial

Baca juga: Daftar Hari Penting Nasional dan Internasional September 2026, Lengkap dengan Tanggal dan Peringatan

Baca juga: 35 Ucapan Selamat HUT ke 81 Kementerian Luar Negeri, Doa & Harapan Menjaga Indonesia di Kancah Dunia

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.