TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pekerjaan penggalian drainase terus dikebut dan masih berlangsung di kawasan Pasar Raya, Kampung Jao, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Selasa (18/8/2026).
Pantauan TribunPadang.com di lokasi sejak pukul 10.56 WIB, tampak dua alat berat tengah bekerja di lokasi.
Satu alat berat terlihat menghancurkan beton, dan satu lagi mengeruk material dari penghancuran tersebut.
Di sepanjang kawasan Jalan Pasar Raya, drainase tampak sudah digali sepenuhnya.
Material penunjang pembangunan drainase juga terlihat sudah ditumpuk di lokasi. Mulai dari cincin sumur, saluran air atau drainase dari beton, batu kali, dan semen.
Baca juga: Breaking News Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Nias Selatan, Getarannya Dirasakan Warga Kota Padang
Pekerja di lokasi juga tengah bekerja di berbagai. Lokasi pengerjaan proyek revitalisasi pasar ini dipasangi garis pengaman keselamatan kerja.
Sedangkan para pedagang toko yang berada di lokasi pengerjaan drainase membuat jembatan darurat dari papan kayu agar pengunjung bisa tetap lewat selama pengerjaan berlangsung.
Penggalian drainase ini, merupakan proyek revitalisasi Pasar Raya oleh Pemko Padang melalui Dinas PUPR.
Akan tetapi, sejumlah pedagang kaki lima mengeluhkan jual beli yang berkurang akibat penggalian drainase tersebut.
Baca juga: Harga Emas Perhiasan di Padang Turun Jadi Rp2,26 Juta Per Gram
Salah satu pedagang, Meri mengatakan bahwa penggalian drainase sudah dilakukan sekitar dua minggu yang lalu.
Akibatnya, ia yang biasa berjualan di pinggir jalan, harus terpaksa bergeser ke bagian belakang atau ke dekat kawasan toko.
"Kurang lebih pengerjaannya sekitar dua minggu lebih, jadinya saya harus bergeser ke belakang," ucapnya.
Akibatnya kata dia, omzet penjualannya berkurang, lantaran banyak pembeli yang datang ke kedainya saat penggalian berlangsung.
Apabila ada pembeli ucap Meri, mereka harus memutar jalan, lantaran penggalian drainase memiliki lebar kurang lebih satu meter.
"Kalau masyarakat mau belanja, harus memutar dulu, karena lebarnya hampir satu meter. Tapi beberapa hari ini, pemilik toko emas di belakang kedai saya sudah membangun jembatan dari papan, tapi tetap saya sepi pembeli, karena orang malas belanja, banyak debu saat penggalian," sebutnya.
Meski begitu kata dia, ia tak dapat berbuat apa-apa. Kebijakan yang diterapkan harus dipatuhi oleh pedagang.
"Kita patuhi saja, rezeki kan sudah diatur, walau sejak penggalian drainase penjualan saya berkurang, kadang pecah telur saja susah," tambahnya.(*)