BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Sebanyak 50 penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan mengikuti program pemberdayaan ekonomi dan kemandirian di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Tuatunu, Pangkalpinang, Selasa (18/8/2026).
Program ini dirancang untuk memberikan bekal kepada penerima manfaat agar mampu mengelola manfaat yang diterima sekaligus mengembangkan potensi ekonomi secara mandiri.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pangkalpinang Evi Haliyati Rachmat mengatakan, peserta mendapatkan tiga materi utama dalam kegiatan tersebut, yakni literasi keuangan, kewirausahaan berbasis teknologi, serta pelatihan praktik.
Pada materi literasi keuangan, peserta diberikan pemahaman mengenai cara mengelola uang secara bijak sehingga manfaat yang diterima tidak habis untuk kebutuhan konsumtif.
"Yang pertama itu literasi keuangan, jadi supaya penerima manfaat ini tahu menggunakan uangnya, tidak langsung dibelikan HP langsung habis," kata Evi kepada Bangkapos.com, Selasa (18/8/2026).
Setelah memahami pengelolaan keuangan, peserta kemudian dikenalkan dengan kewirausahaan yang memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Teknologi tersebut diperkenalkan sebagai salah satu alat yang dapat digunakan peserta untuk mengembangkan usaha, terutama dalam membangun identitas produk dan memasarkannya.
"Jadi membuat branding, membuat promosi atas produk-produknya itu menggunakan AI," ujarnya.
Tidak berhenti pada pemberian materi, BPJS Ketenagakerjaan juga mengajak peserta mengikuti workshop pembuatan minuman kekinian sebagai bagian dari pelatihan praktik.
Evi mengatakan, 50 peserta yang mengikuti program tersebut memiliki latar belakang berbeda. Ada penerima manfaat yang telah menjalankan UMKM, namun ada pula yang sebelumnya belum memiliki usaha dan berstatus sebagai ibu rumah tangga.
"Ini semua penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan. Jadi macam-macam, ada yang sudah punya UMKM sebelumnya, ada yang memang murni ibu rumah tangga," katanya.
Menurut Evi, pemberdayaan tersebut merupakan bagian dari pendampingan BPJS Ketenagakerjaan kepada peserta setelah menerima manfaat jaminan sosial.
"Intinya kami program ini jadi kita mendampingi setelah menerima manfaat pun kita pendampingan untuk pemberdayaan," ujarnya.
Ia menegaskan, program tersebut bukan berupa pemberian uang tunai kepada peserta. BPJS Ketenagakerjaan memberikan pengetahuan, keterampilan dan pendampingan yang diharapkan dapat menjadi modal bagi penerima manfaat untuk mengembangkan usaha maupun menciptakan sumber pendapatan baru.
Pendampingan juga akan dilanjutkan melalui monitoring untuk melihat perkembangan peserta setelah mengikuti program.
"Nanti ada monitoring setelah ininya. Kami pun ada target lah ya, target untuk mana yang berhasil dari sini, 50 persennya, kemudian selanjutnya ada monitoring selanjutnya," pungkas Evi.
(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)